Kamis, 16 Juni 2016

Sobbed.

Aku selalu bertanya "kenapa kau lakukan ini padaku?" "aku membencimu" "kau sangat kejam" dan semua kata-kata penyesalan saat hatiku terusik tidak nyaman...

tanpa menyadari bahwa diriku sendiri lah yang jadi masalahnya.

Memiliki perasaan kepada yang tidak nyata. Tak bisa mengendalikan diri. Tidak mengerti mana yang imajinasi mana yang nyata.

Kau... memang nyata untuk beberapa orang. Tapi tidak begitu nyata untukku.

Aku tak paham bisa memiliki emosi sedalam ini. Terlalu sentimental? Ya.

Bahkan menangis dalam diam, seperti sekarang pun, tak akan ada yang berubah kan? Kau tetap disana. Di tempat yang jauh, tidak menyadari bahwa detik ini ada wanita memikirkanmu.

Aku merindukanmu. Sangat.

Namun apa yang bisa ku lakukan?

Sekarang pun aku sedang berusaha berpikir, bila saja aku bisa menjadi kekasihmu, akankah aku bahagia?

Belum tentu.

Tapi dengan semua keadaan ini, tak berubah sedikitpun yang ku mau. Semua ini membuatku tak kunjung bahagia.

Kau datang terlalu tepat saat itu. Menghibur saat ku kesepian dan mengubah duniaku sangat cepat.

Aku tahu. Aku pun sadar. Itu bukan maksudmu.

Kau tak bermaksud datang di kehidupanku. Kau tak bermaksud menghiburku sama sekali. Kau punya alasan lain, melakukan segala hal yang kau mau.

Sehingga terjadilah takdir ini. Aku melihatmu, namun kau tidak. Aku mengenalmu, tapi kau tidak. Aku mengalami banyak gejolak emosi terhadapmu ; senang, sedih, takut, khawatir. Namun kau tak peduli.

Tapi biarlah. Ini bukan salahmu. Kau melakukan segalanya dengan baik.

Aku lah yang terlalu memakai perasaan terhadap semuanya. Ini kesalahanku. Ini kesalahanku. Ini kesalahanku. Sampai ku tegaskan tiga kali. Yaa, diriku lah yang terlalu idiot.

2 komentar: