Selasa, 20 Oktober 2015

35 days [SeoKyu]

(All cast are belong SMent. I just own story line)

Seohyun melihatnya. Disanalah Kyuhyun, berdiri dengan jarak 3 meter di sebelah Seohyun sambil berbincang asyik dengan Victoria. Seohyun ingin menghampiri mereka, tapi diurungkannya. Dia tak bisa meninggalkan antrian di depan loket untuk mengambil kartu ujian. Ia lantas memalingkan wajah ke arah lain. Berharap Kyuhyun tidak melihatnya saat itu.
Berulang kali ia mencuri pandang ke arah Kyuhyun dan Victoria. Mereka berbicara sangat seru, hingga Seohyun iri karenanya. Ini sudah 35 hari semenjak terakhir dia berjumpa dengan Kyuhyun. Dan dia sejujurnya berniat tidak ingin berhubungan apapun lagi dengan Kyuhyun. Takut dengan perasaannya, perasaan yang telah ia musnahkan perlahan.



Namun, melihat Kyuhyun berada tidak jauh darinya, mendadak keinginan itu muncul. Keinginan untuk saling berbicara, meski hanya beberapa kata. Entah kenapa dia menemukannya setelah sekian lama.. errr tidak terlalu lama. Seohyun pikir dia tidak akan bertemu lagi dengan Kyuhyun. Karena memang tidak ada alasan lagi mereka untuk bertemu.

"Heii! Seohyun"

Seohyun refleks mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menjawab panggilan Kyuhyun. "Ehh, ternyata Kau, Kyuhyun" sahutnya berpura-pura. Padahal dari tadi ia berharap dipanggil. Seohyun tersenyum dan mengayunkan tangannya "Kemarilah~" ucapnya. Seohyun berdesis kecil sadar akan tindakannya, "Aihh kenapa aku menyuruhnya kemari sih"

"Kau saja yang kemari, Seohyun" katanya jahil.

"Aku tidak bisa meninggalkan ini" ujar Seohyun. Dengan raut sedih Seohyun menatap Kyuhyun seakan berbicara "ayolah aku ingin bertanya banyak padamu". Kyuhyun akhirnya menghampirinya, sedangkan Victoria mengekor dari belakang.

Sebelum sempat Seohyun menarik nafas untuk bicara. Victoria sudah mendahuluinya. "Kyu, aku duluan ke kelas yaa. Sampai Jumpa". Kyuhyun sempat bergumam mengiyakan dan kedua matanya mengawasi Victoria sampai ia hilang di kerumunan.

"Kau sedang apa disini?" tanya Seohyun. Kedua matanya menunggu jawaban Kyuhyun. Ia mengubah bahasanya ketika dilihat Kyuhyun sedikit mengernyit "Ahh anii~ bukankah kau sudah tidak ada kuliah lagi" lanjutnya

"Hmm" dia tampak berpikir "Aku hanya ingin main. Aku lama tidak kesini". Seohyun berdecak iri, senangnya jadi Kyuhyun yang telah menyelesaikan semuanya, pasti dia punya banyak waktu luang. "Presentasi magangnya gimana?" tanya Seohyun lagi. "Semua sudah beres" jawab Kyuhyun.

"Igo mwoyeyo?" tanya Seohyun matanya merujuk pada tas besar yang dijinjing. Didalamnya terdapat kertas yang dibendel tebal tanpa penutup seperti draft thesis. Mata Seohyun membelalak "Kau sudah menyelesaikannya!!?" tanya Seohyun.

"Geurom.." ujar Kyuhyun enteng. "Heol daebak~ setebal ini???" "apa judulnya?" "Berapa lama kau menyelesaikan??" "Kau memilih data kuantitatif atau kualitatif?" kembali Seohyun memborbardir pertanyaan-pertanyaan lain yang barangkali berguna untuk penyusunan miliknya.

"Aniyooo~ Seohyun-ah. Kau masih saja bisa dibohongi cckkk" Kyuhyun terlihat kerepotan ketika akan mengeluarkannya dari tas jinjing. Kyuhyun melirik sebentar ke Seohyun dan mengangkat tas jinjingnya "Kau ambil satu. Itu ada dua judul". Seohyun segera menarik dan membuka halaman per halaman.

"Kau tau, tas jinjing ini punya BoA nuna. Dia memberikannya padaku karena aku kelihatan kerepotan membawa beberapa buku. Untung bertemu dia.." Kyuhyun terlihat senang dengan tas jinjing warna orennya, meskipun agak terlihat tua. "BoA nuna bilang ia hanya punya ini, aku tetap saja berterima kasih" jelasnya panjang lebar padahal Seohyun tidak tanya.

"Ini milik siapa?" tanya Seohyun mengarahkan matanya ke draft yang dia pegang

"Oh. Kau bisa lihat dihalaman depan. Yang jelas bukan milikku. Aku baru menyalinnya dari perpustakaan. Mr. Joon bilang untuk referensi ambil saja dari sana. Katanya pergunakan penelitian yang sama lalu tinggal ubah variabel. Jadinya untuk bab-bab awal bisa lebih ringan. Seterusnya tinggal mengikuti apa yang kau teliti" jelasnya panjang lebar lagi

"Keurokuna.." Seohyun masih sibuk membolak-balikan halaman. "Pakai data statistik?" tanya Seohyun ketika melihat ada berbagai jenis test di bab metodologi penelitian. "Ya. Karena aku pakai data kuantitatif"

"Aku kualitatif" sahut Seohyun tanpa ditanya

"Itu termasuk penelitian yang melibatkan bahasa kan?"

"Iya tanpa penghitungan"

Puas membacanya, Seohyun menyerahkannya kembali "Sampai berapa lama targetnya?" Kyuhyun tengah berfikir panjang "Aku pikir bulan desember akan selesai". "Tapi aku pun belum buat proposalnya, jadi tidak tahu apakah judulnya sudah tepat" lanjutnya

"Semua anak kelas kita sudah disetujui kok" jawab Seohyun yang sedikit membuat Kyuhyun tersentak "Seohyun, kau serius? kau sudah buat proposal?" tanya Kyuhyun. Kelihatannya Kyuhyun memang belum tahu apa-apa.

"Sudah, kurang lebih tiga minggu lalu. Waktu aku menyerahkannya pada Miss. Retno, dia bilang semuanya sudah disetujui. Prorposalku saja dikembalikan. Ia bilang, kau bisa pakai ini untuk bimbingan. Aku juga sempat lihat datanya kok, daftar anak-anak kelas kita." Seohyun berusaha menjelaskan

"Kau sudah lihat datanya?"

"Iya, aku juga lihat namamu. Jadi kau sudah bisa mulai sekarang. Buat saja proporsal, lagi pula proposal itu kan cuma bab 1 sampai 3, kan Kyu?"

"Benar, tapi kan hanya ringkasan. Kalau buat skripsi nanti harus dilebihkan lagi"

"Begitu yaa" Seohyun mengangguk dalam

"Kita kerjain bareng yuk!" ajak Kyuhyun dengan antusias. "Eh?" Seohyun bergeming sedikit, antara kaget dan senang. "Ayuk!" jawab Seohyun asal ceplos. "Kapan?" tanyanya lagi

"Besok bagaimana? Kan tanggal merah tuh" ucap Kyuhyun yang ternyata membuat Seohyun berfikir lagi "Kenapa? Tidak bisa" tanya Kyuhyun melihat Seohyun berubah ekspresi tiba-tiba.

"Besok ya? Aku mau nonton drama korea, Kyu" Seohyun berdesis kecil. Sejujurnya Seohyun juga sudah punya rencana menonton besok seharian. Tapi dibalik itu, hati kecil ia berkata, jangan.. jangan dituruti. Kalau seperti itu terus makin lama perasaan Seohyun ke Kyuhyun tidak akan hilang-hilang.

Ia melirik Kyuhyun. Matanya menyipit, yang bikin Seohyun gemas, karena imut sekali. Seohyun harus menahannya. "Seohyun, kalau seperti ini terus skripsimu tak akan selesai" ujar Kyuhyun seperti menyudahi pembicaraan.

"Kalau begitu. aku ke kelas dulu ya. Mau menyusup ikut pelajaran hehe" kekehnya sambil bergegas ke kelas "Sampai jumpa" ia berlalu dan meninggalkan senyum di benak Seohyun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar