Selasa, 18 Agustus 2015

Kondisi di Kapal

Sesampainya di kapal, kita langsung pilih deck atas. Banyak para wisatawan yang sudah disana, dimana mereka semua duduk sebebasnya karena nggak ada seat/kursi/bangku. Jelas yang posisi pinggiran dekat jendela sudah dipenuhi orang-orang, plus mereka selonjoran lagi. Terpaksa deh kita meriung di posisi tengah.



Kita langsung sarapan disitu. Tadi, karena terlalu excited sekaligus takut ketinggalan kapal, kita memutuskan untuk melewatkan sarapan dari rumah. Dan lebih memilih membawanya buat dimakan bareng di kapal. Ini masakan Mamanya Meri loh. Member yang paling penting di tour kita ini, dari mulai ngehubungin pihak tidung, nyediain travel, nyediain tempat buat nginep, bikini sarapan. Meri paling the best deh. Semoga Allah membalas kebaikanmu berkali lipat, Mer. :’)



Tiga jam perjalanan Jakarta-P.Seribu sangat berasa lama. Setengah jam pertama mah kita asik, heboh, ketawa-ketawa, cerita-cerita. Menit selanjutnya pada nguap, ngantuk, dan akhirnya tidur. Tidur dengan ditemani suara mesin kapal, angin laut, dan ombak yang mengombang-ambingkan kapal kita. Suasananya mendukung sih, secara semua penumpang juga pada tidur.

Saya pun yang sadar ada sedikit celah buat rebahan, nggak peduli kondisi, waktu dan tempat, langsung boboan meluk ransel . Padahal banyak anak cowok juga disitu. Cuek aja, toh mereka tidur juga. Ngga ada lah pikiran jelek pas lagi gini mah, kan kita punya tujuan yang sama. Then, bobo nyaman deh layaknya princess.

Btw, saya juga lagi agak pusing sih waktu itu, kayaknya mabuk laut deh. Sempet gengsi juga mau tidur. Tapi mba Uit bilang bakal ngejagain wkwk. Si Rina juga bakal bangunin kalau udah sampe. Ah chinguya~ aku terharu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar