Jumat, 10 Juli 2015

Keinginan

Bicara tentang keinginan bicara tentang kompleksitas. Tidak bisa didefinisikan menjadi "itu" saja. Tapi lebih dari itu.

Tidak ada keinginan, tidak ada hidup. Karena dengan keinginan, orang yang diam menjadi bergerak, orang yang minder menjadi berani untuk maju, orang yang putus asa menjadi bangkit.

Keinginan pun yang menjadikan orang melakukan segala hal, entah itu hitam, putih, bahkan abu-abu. Semakin orang bisa mencapainya, semakin naik levelnya. Seperti main game, bukan?

Tidak ada keinginan abadi. Kalau seseorang sudah mencapainya, ia pasti akan berganti. Dia akan mencari keinginan yang lain. Ketika sudah didapat, keinginan bukan lagi keinginan. Ia akan dibuang, dan dicari yang lainnya. Begitu seterusnya.

Jadi, apa keinginanmu?

4 komentar:

  1. Kalo bgitu keinginan lebih dominan ke target pribadi dongss alias obsesi. Kalo udah A mau ke B sampe ke Z, terlebih ada faktor ekstern yg mendukung semisalnya bujuk rayuan dari orang lain/olok olok an , kalo kata bahasa emak emak sih itu disebut "panasan".

    Dan bener juga sih karena adanya keinginan bisa menjadikan seseorang bergerak alias berusaha untuk mencapai keinginannya.
    tapi keinginan juga harus dibarengin sama kemampuan yaah. Mampu disini perpaduan mau dan bisa. Kalo cuma keinginan dan tidak bisa. Yaa hanya jadi angan2 aja..

    Betewe keinginan gw sih saat ini mau liburaaaaaaaaan aja sama paradheme . Maklum jarang ngumpul. Udah gitu aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, setuju dengan pendapat saudari irma
      Jangan cuma keinginan dong, sana ajak ketemuan paradheme nya.

      Hapus
    2. Saudari?
      sejak kapan kita jadi sodaraan? Hahahahhaha


      gak bisa di ajak ketemuan.... paradheme pada sibok . Sedih !

      Hapus
    3. Kita kan satu bapak satu ibu. Adam dan hawa.

      Sabar yaa. Sama aku aja gimana?

      Hapus