Senin, 01 September 2014

Mr. AK

Satu-satunya quote yang saya ingat dari kelas beliau adalah "Cari analyst yang punya trend. Kalau analisisnya bener, bener terus. Atau kalau salah, salah terus. Itu lebih baik dari pada, hari ini bener, besok salah, besoknya lagi salah, terus bisa bener. Karena dengan ngikutin trend, kamu akan tahu gimana kamu memperlakukan saham kamu, mau beli atau jual. Paling nggak cari yang selalu salah aja deh, jadi ketika dia bilang lagi naik, kamu beli. Dan ketika dia bilang turun, kamu jual. Saya juga bingung kenapa bisa salah terus, ngitungnya kebalik apa gimana..??"

Sedikit tentang Mr. AK, beliau termasuk hebat. Malah hebat banget di mata saya. Lulus S2 di usia 23 tahun, dan langsung jadi dosen. Cara ngajarnya asik, dia menyampaikan materi kuliah dengan bahasa yang pas buat anak-anak muda. Secara dia masih muda juga sihh. Diam-diam saya mengaguminya. Iya. Hanya diam-diam. Soalnya kalau saya bilang terang-terangan, bisa disorakin temen-temen sekelas dengan bilang..

"Lo kagum sama dosen model begituan??!! Dosen ngeselin kayak gitu, disukain.."

Mr. AK selain terlihat killer, emang jago banget ngehina orang. Mungkin emang dia diciptain begitu kali yaa. Diciptakan punya omongan pedes biar bisa nyeimbangin kepintarannya. You know.. nobody is perfect. Mirip lah sama my husband (baca : Cho Kyuhyun). By the way, tanggal lahir mereka sama loh, cuma beda setahun aja, Kyuhyun tua'an.

Mungkin emang maksudnya mau ngelucu lewat omongan pedesnya ke orang-orang. Saya juga banyak ketawa menanggapi leluconnya. Tapi kan nggak semua orang bisa nerima itu. Malah kebanyakan jadi sebel, mau ngunyel-ngunyel itu dosen. Apalagi temen saya, Ika. Kalau Mr. AK udah mulai, dia bakal meremas tangannya, sambil menggretakan gigi. Bahkan bisa sampai update status. Kekeke.

Mr AK itu punya postur se-shindong. He has fair skin, chubby, ngegemesin, sipit, dan suka senyum-senyum sendiri di depan iphonenya ketika kita ngerjain soal latihan. Saya suka curi-curi pandang dikit. Namun dibalik kelucuannya, orangnya tegaan. Dia bilang, dia pernah nggak lulusin muridnya sekelas, langsung nyuruh mereka ngambil kelas ulang, tanpa ampunan. That's really nightmare.

Namun, kalau saya amati lebih dekat sepertinya dia orang yang hangat. Dia nggak segan-segan berbagi pemikiran tentang apa yang ramai dibicarakan orang banyak. Dia juga suka observasi, nanya-nanya ke mahasiswi, tentang bagaimana kalau memilih kosmetik, atau biasanya milih yang harga berapa. Nggak tau, dia nanya-nanya gitu buat apaan.

Dia juga bisa ngerti, mana mahasiswa yang berpotensi mana yang enggak. Mana mahasiswa yang berhak dilulusin sama yang nggak, meskipun kita semua tahu, ujiannya tingkat dewa, dan kemungkinan lulus hampir 0%. Tapi dia seperti memberikan kartu ASnya ke kita, membiarkan kita yang memutuskan. Mau ambil kesempatan lain, atau tidak sama sekali.

Woahhh. Lumayan juga yaa. Tadinya saya mau nulis tiga paragraf doang, tapi entah kenapa jadi banyak gini? Well, ini cuma sebagai bentuk apresiasi saya terhadap beliau. (Apresiasi lewat tulisan nggak penting).

Saya hanya ingin menunjukkan kalau saya terkesan dengan beliau, dan saya puas dengan semua materi yang diajarkannya. Dan jauh dalam lubuk hati, saya berharap bisa bertemu beliau di mata kuliah lain (chuckles).

PS : Mungkin kalau ada temen sekelas yang baca tulisan ini, saya bisa ditimpukin rame-rame pake sepatu nih. T___T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar