Senin, 07 April 2014

Inside of great pyramid

(All cast are belong SM entertainment)

Cont'd from Sky castle

"OPPA! AWAS!"

Sunny berteriak lantang bersamaan dengan batu-batu besar yang entah dari mana bergelinding cepat dari atas.

Tidak ada waktu lagi, batu itu hampir mengenai mereka. Dengan lengannya yang kecil, Sunny segera mendorong Sungmin sekuat tenaga.

Sungmin jatuh kedepan dan dirinya terpental beberapa meter kebelakang.

Kemudian terdengar suara hantaman batu beradu dengan dinding piramid. Suara menggebum yang dahsyat disertai dengan guncangan-guncangannya.

Tak lama kemudian suasana berubah hening.

Mereka berdua selamat.

Namun mereka terpisah..
Keberadaan mereka terhalangi oleh batu.

"Huwaaaaa!!! Oppa!!" pekik Sunny sambil berusaha menyingkirkan batu besar dihadapannya.

"Chagia~ gwaenchanasseo?" samar-samar terdengar suara Sungmin dari balik batu. "Chagia, jangan panik! Tetap tenang"

Sunny mengarahkan kekuatannya lebih keras. Ia tahu tenaga yang keluar akan sia-sia. Batu itu terlalu sulit untuk dipindahkan. Sunny tidak bisa melakukan apapun selain itu.

"Oppa!!? Eotteohke? Kita terperangkap" teriak Sunny lebih keras

Tidak ada jawaban. Sunny mulai panik, Ia langsung menendang-nendangi batu itu dengan murka.

"Batu sialan! Batu sialan!" umpatnya dengan kata-kata kasar. Sunny terus menendangi batu-batu itu tanpa henti.

"Oppa?! Kau bisa mendengarku!?" Sunny berteriak lebih lantang

Lagi-lagi tidak ada jawaban. Sunny menyandarkan kepalanya ke dinding pyramid. Tubuhnya ambruk, tiba-tiba dia merasa lemas, nafasnya naik turun.

"Oppa.. apa yang terjadi padamu?" lirihnya

Sunny menoleh kearah jalan setapak, jalur dimana dia dan Sungmin masuk. Dia sedikit lebih beruntung, bisa langsung keluar melalui jalan itu. Namun dia juga tak mungkin membiarkan kekasihnya terperangkap didalam.

Dan dia lebih baik mati, dibanding keluar dari tempat ini tanpa Sungmin.

"Eotteohke?" bibirnya gemetar, dan air matanya tak terasa menetes.

~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~

Eunhyuk menelusupkan headset ke telinganya. Ia mendengar dengan seksama kata-kata yang tersirat dalam rekaman itu, kemudian terperangah.

"Wae? Kenapa wajahmu seperti orang yang baru ketahuan menonton film yadong heh?" ujar Yuri sama sekali tidak bermaksud menggoda

Ia menatap Yuri tajam. "Yuri-ah. Ini serius!"

"Mwoya?" gumamnya sesaat. Eunhyuk dalam sekejap bangkit , dan mengulurkan tangannya untuk Yuri. "Bangunlah, kita harus mencari petunjuk"

Yuri menggapai tangan Eunhyuk dengan wajah bertanya-tanya. "Petunjuk??"

Kedua matanya mengerjap ketika Eunhyuk menyerahkan rekaman dari ponselnya. "Dengarkan baik-baik.." suruh Eunhyuk.

Yuri dengan cekatan menelusupkan headset ke telinganya dan tercengang beberapa saat. "Ahh matda. Sekarang aku ingat. Gugusan bintang itu...."

Eunhyuk mengagguk pasti "Ya.. kita harus mencarinya dengan segera". Yuri mengerutkan alisnya "Geureom.. eotteohke?"

"Makanya kita harus cari petunjuk. Ayo jalan saja. Aku yakin petunjuk itu akan kita temukan." ujar Eunhyuk berceloteh, sementara Yuri hanya mendesis "Lagi pula siapa juga yang mau berdiam diri disini? Aku ingin cepat keluar."

"Arra.. kau ikuti saja instingku."

"Berapa buah yang harus kita temukan?"

"Lima"

Yuri mengitari arah pandangnya ke penjuru hutan. Hutan yang terlalu gelap, pun saat siang hari. Tiba-tiba ia bergidik "Apa ini arah yang benar? Bukan jalan kesana atau kesana? Atau kesana" tanya Yuri memastikan, jari-jarinya menunjuk asal.

"Entahlah.."

Yuri melotot tak percaya "Yakk! Kalo tersesat bagaimana?"

"Kita sudah tersesat kok."

"Ah benar juga"

Mereka terus berjalan tanpa bicara sepatah kata pun. Melalui pepohonan dan semak belukar dengan susah payah. Terkadang Yuri melompat ketakutan saat hewan semacam ular dan kadal berlalu dihadapannya, namun Eunhyuk dengan cekatan memberinya perlindungan.

"Hati-hati.." ujar Eunhyuk lembut, membuat jantung Yuri tiba-tiba berdegup cepat.

"Ne, go..gomawo.." sahutnya gemetaran. Entah, gemetar karena hewan tadi atau sentuhan Eunhyuk?

Sampai kemudian terlihat ngarai di hadapan mereka, langkah mereka terhenti.

"Ahh yepeuda.." ucap Yuri takjub

"Bukan saatnya takjub! Bagaimana kita bisa melanjutkan?? Aishh tebing ini terlalu curam. Apa kita balik saja?" saran Eunhyuk

Yuri menghentakkan kakinya kesal "Kau ingin kita kembali ke tempat yang tadi?? Andwae!! Aku sudah pegal kau tau"

"Kalau kau tetap ngotot melaluinya, kita akan mati"

"Jangan sampai mati. Kita cari alternatif lain"

Mereka terdiam sesaat, memikirkan cara terjitu untuk melalui tantangan ini. Eunhyuk tiba-tiba dengan gesit mengobrak-abrik isi tasnya. Tak beberapa lama wajahnya sedikit kecewa.

"Kau punya tali?" tanya Eunhyuk

"Aniyo.."

"Kau sudah memeriksanya?"

"Belum. Aku tidak ingat ada tali di dalam tas... Yakkk!! Apa yang kau lakukan dengan tasku??? Jangan.." ucapannya tertahan saat Eunhyuk melambai-lambaikan tali temali keluar dari dalam tasnya. "Ini apa kalo bukan tali? Huh"

"Aku tidak ingat punya yang itu.." gumamnya.

"Mungkin ini petunjuk yang dimaksud ratu saturnus" jawab Eunhyuk asal. Dirinya sibuk membuat simpul tali. "Untung aku pernah ikut panjat tebing."

"Jja.. selesai!" Eunhyuk tersenyum sumringah "kita akan turun dengan alat ini"

"Tenang saja.. aku akan menahanmu. Kita turun berdua" sahut Eunhyuk menenangkan saat Yuri menyatakan ketidakmampuannya panjat tebing.

"Talinya akan kuat kan?" tanya Yuri. Eunhyuk mengagguk mantap.

Berbekal pengetahuannya di dunia panjat tebing, dengan lihai Eunhyuk segera membawa Yuri kedasar lembah. Perlahan tapi pasti, mereka menelusuri dinding ngarai step-by-step. Tak ada gangguan apapun. Mereka selamat sampai dibawah dengan napas ngos-ngosan.

"Hosh hosh tidak selandai yang aku pikir.." desis Yuri kelelahan

"Ini termasuk curam, tahu!" Eunhyuk terlihat yang lebih ngos-ngosan "Aish beratmu berapa sih? Biasanya aku tidak selelah ini"

"Yaaakk.. aku sudah diet. Paling tidak sampai 48"

Eunhyuk tertawa lebar, memperlihatkan gummy smile-nya yang mempesona "Yasudah tak usah diperjelas. Kita istirahat. Kalau kau sudah merasa pulih, kita lanjutkan perjalanan"

"Gomawo.." bisik Yuri. Ditatapnya Eunhyuk yang sedang memejamkan mata, bersandar di depan tasnya.  Wajahnya sedikit memerah. Buru-buru ia menoleh ke arah lain. Semoga Eunhyuk tidak tau...

Kalau dia mulai menyukainya.

~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~

"Kau harus tetap di belakangku." perintah Kyuhyun tegas. Seohyun bergumam mengiyakan.

Mereka melangkahkah kaki masuk ke area kastil. Kastil yang gelap dan berdebu. Hanya ada cahaya dari api obor di setiap sudut tembok.

"Aneh bila kastil ini sudah lama tak dihuni. Pasti api-api itu akan mati." gumam Kyuhyun

"Jadi?"

"Kesimpulannya, pasti ada seseorang disini atau dua orang, atau tiga orang. Entahlah, yang jelas pasti ada makhluk selain kita."

Seohyun menepuk pundak Kyuhyun pelan "Kau membuatku takut, makhluk apa yang kau maksud, Kyuhyun-ssi?"

"Makhluk seperti kita. Masa iya makhluk gaib? Hanya saja kita harus hati-hati, siapa tahu ada penjagaan disini" ujar Kyuhyun menahan suaranya

"Seperti CCTV ya" sahut Seohyun paham "Tetapi kenapa kita harus mengendap-ngendap seperti maling?? Memangnya kita ingin mencuri??"

Hening sesaat.

"Benar juga. Kita hanya ingin meminta makanan bukan?" kata Kyuhyun sadar.

"Jeogiyo!! Apa ada orang didalam??" teriak Kyuhyun lantang, "Boleh kami masuk?" lanjutnya

"Mungkin pemilik kastil ini sedikit tuli." desisnya.

"Hush! Tidak boleh seperti itu, Kyuhyun!" ujar Seohyun. Kyuhyun hanya menyeringai.

Setelah berlama-lama mengitari kastil, namun tak juga bertemu seseorang pun disana, sampailah mereka di bagian dapur. Seohyun merunjuk buah-buahan yang tersaji di atas meja. Ia hendak saja mengambilnya, kalau bukan Kyuhyun yang menahan lengannya.

"Jangan buru-buru, Seohyun-ssi. Kita tidak tahu, ada apa dibalik apel ini. Dan, sepertinya sudah lama tidak dimakan" ucap Kyuhyun tegas

"Keundae.. ini masih terlihat segar" Seohyun meraih satu dan membaui aromanya "Aku bisa tau, mana buah yang segar mana yang tidak. Dan aku juga tau mana buah yang telah terkontaminasi racun atau belum"

Dahi Kyuhyun berkerut "Bagaimana bisa? Aku yakin anak farmasi pun tidak yakin soal itu"

"Apa pertanyaan itu penting sekarang??" Seohyun menggigit apel di tangannya "Makanlah, aku bisa jamin buah ini aman"

"Kalau aku mati, kau yang pertama ku hantui loh" ancam Kyuhyun setengah bercanda, Seohyun tertawa singkat.

Saat asyik melahap buah-buahan, Seohyun melihat secarik kertas menyembul di bawah mangkuk buah. Dengan segera ia meraihnya dan mengeja tulisannya.

'Ambilah apapun yang kalian temukan. Jangan takut untuk mengambil jalan kembali'

"Kyuhyun-ssi lihat!"

"Mwo?"

"Bacalah.."

Kyuhyun mengernyit, "Apa kau berpikir tulisan ini untuk kita?"

"Iya. Mungkin sebuah petunjuk agar kita bisa kembali ke bumi.." ujar Seohyun sumringah, kemudian bergumam "Mengambil jalan kembali.. itu berarti kita harus ke tempat awal"

"Interpretasi yang buruk. Kau tidak lihat tulisan didepannya?? Kita harus mengambil sesuatu sebelum keluar dari sini" sahut Kyuhyun

Seohyun cemberut, idenya merasa ditolak mentah-mentah "Sesuatu itu... bukankah apel ini hmm??" jawabnya bersikeras

"Aniyo.. instingku mengatakan kita harus mendapatkan benda lain. Tapi apa yaa?"

Mereka berdua mencoba berfikir sejenak.

"Sudahlah, tak baik kalau terus dipaksa. Ayo kita masuk lebih dalam. Siapa tahu kita bisa menemukan petunjuk lain"

"Ne.. tunggu aku menghabiskan apel ini" pinta Seohyun.

~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~~oOo~

Sungmin berjalan gontai tanpa arah. Sudah satu jam berlalu, namun tak ada sedikit harapan untuk keluar. Dia merasa tempat ini tiada ujungnya.

"Haishhh.."

Akhirnya ia terjatuh, tak kuat.

Yang paling buruk adalah harus berpisah dengan Sunny-energy pillnya. Dia tidak akan keberatan bila disuruh mencari ratusan gugus bintang sekali pun, asal ada kekasihnya itu. Tapi ini? Sama saja membunuhnya pelan-pelan.

Mungkin ini adalah saat-saat terakhirnya. Sudah tak ada lagi jalan keluar. Yang hanya bisa ia lakukan adalah menunggu malaikat kematian datang.

Sungmin memejamkan matanya. Dia berharap semoga ketika terbangun nanti, ia sudah di surga. Atau paling tidak, hanya sebuah mimpi. Hingga akhirnya ia terlelap..

To be continue


Tidak ada komentar:

Posting Komentar