Selasa, 22 April 2014

Everyday learn

Setiap hari belajar.

Jadikanlah setidaknya satu saja, hal yang bisa kamu ambil sebagai pelajaran setiap harinya.

Karena dalam seminggu, kamu bisa dapat 7 hal. Dalam sebulan dapat 30 hal. Dan setahun... whooaa 365 hal. Itu bila kamu melakukannya dengan rutin loh yaa.

Belajar dari mana saja. Bisa dari pengalaman sendiri, cerita orang lain, materi kuliah, atau bisa juga berita-berita dari media cetak atau online.

Intinya, jangan pernah masa bodoh terhadap sesuatu. Karena tanpa kamu tahu, itu bisa saja jadi peluang untuk masa depan kamu. Bangunlah rasa keingin tahuan itu. Biarin mau dianggap kepo, yang penting belajar. Ehh tapi tidak termasuk mau tahu kehidupan pribadi orang lain loh ya. Itu beda urusannya. ^___^

Dan juga..

Ketika kamu merasa gagal, maklumilah. Karena kesuksesan tidak ada yang instan. Kegagalan-kegagalan itu lah yang bisa bikin kamu belajar, dan yang akan membimbingmu melihat kesuksesan yang lebih jelas didepan sana.

Tidak apa-apa untuk menangis, asal jangan sampai putus asa saja.

Tahu Bill gates? Orang terkaya nomor 1 di dunia itu menghabiskan waktu 21 tahun untuk kuliah S1. 21 tahun??? Sulit dibayangkan, percaya atau tidak, memang itu kenyataanya. Orang-orang biasa mungkin akan berpikir "7 tahun aja gue udah eneg".

Tapi bill gates bukan orang biasa. Jabatannya sebagai ketua Microsoft itu sebanding dengan waktu 21 tahun-nya untuk belajar di hardvard.

Saya ada cerita. Based on true story, dosen saya yang mengalaminya sendiri.

Sekitar tahun 80-an, dosen saya lulus pendidikan menengah atas dan hendak melanjutkan kuliah S1 di ITB. Beliau mengikuti tes segala macam, sampai tahu bahwa namanya tidak tercantum dalam daftar mahasiswa yang diterima pada angkatan itu.

Dosen saya gagal masuk di ITB.

Tahun-tahun berlanjut, setelah dapat gelar S1 dan S2 di luar negri, beliau kembali ke Indonesia. Beliau berbincang dengan temannya yang saat itu sedang terlihat keraguan untuk memutuskan mata kuliah yang tepat untuk mahasiswanya. Kebetulan teman beliau itu menjadi tenaga pengajar di salah satu universitas negri.

Ketika dosen saya mengemukakan mata kuliah manajemen resiko, saat itu juga beliau ditunjuk untuk menjadi pengajar di universitas yang sama dengan temannya. Waktu itu tidak ada yang bisa mengajar manajemen resiko selain dosen saya. Dan beliau pun setuju.

Mau tahu apa nama universitasnya? Betul, ITB. ^___^

Kesimpulannya, dosen saya gagal menjadi mahasiswa di ITB, tapi beliau berhasil menjadi dosen disana. Hebat bukan?

Buat saya, itu sangat inspiratif.

Quotes from him

"Dimanapun dan kapanpun, berikanlah yang terbaik. Cepat atau lambat orang akan tahu potensi Anda"

"Kadang yang kau anggap tidak penting, bisa saja merubah orang lain"

"Kemanapun kau pergi, lakukanlah sepenuh hati"

"Tidak ada kesempatan kedua. Ambilah, atau Anda akan menyesal"

"It is in giving, that we receive" (didalam memberi, kita menerima)

"Hope for the best, ready for the worst" (Berharap yang terbaik, bersiap untuk yang terburuk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar