Rabu, 19 Februari 2014

Would have I been happy?

Hidup seperti di drama korea.

Semua terasa amat berat. Satu per satu beban mulai bertambah.

Maafkan aku. Aku telah mencoba menahannya, tapi tidak bisa. Air mata itu terus keluar.

Aku tau memang begitulah sejatinya hidup. Dan setelah adanya kesulitan itu, pasti sinar kebahagiaan akan datang.
Teringat juga, Mr. Rando kim pernah bilang setiap bunga punya musimnya sendiri. Entah itu forsyta, kamelia, cempaka.. pasti akan mekar di saat musimnya. Mereka tidak akan mekar di musim yang lain, atau mendahului musim yang telah ditetapkannya.

Begitu pula kita semua. Ibarat bunga, kalau kita sabar, kita akan mekar dengan indahnya disaat yang tepat.

Tapi..

Saat ini aku merasa depresi.

Aku sungguh tak ada kekuatan untuk menunggu musim itu.

Kunci penting yang dianggap sebagian orang adalah hal utama dalam menghadapi masalah, tiba-tiba lenyap. Aku menghilangkan kunci itu.

Sang kunci kesabaran.

Akankah aku bahagia?

Adanya kesulitan itu, malah membuatku melupakan hal-hal kecil.

Ini sudah pasti terlambat. Tapi.. izinkan aku untuk tetap mengutarakannya.

Selamat ulang tahun, Kyuhyun-ssi. Aku ingat hari itu. Tapi aku tak sempat untuk membuat barisan surat dan do'a untukmu.

Tetap bahagia ya, Kyuhyun.

Aku akan belajar lebih banyak darimu.

Tak ada yang dapat menolong, selain yang di sana. Tak ada yang dapat membantu, selain yang Disana. Dialah Tuhan.
Ebit G. Ade

Tidak ada komentar:

Posting Komentar