Kamis, 07 November 2013

Eagerness

Disclaimer : All cast are belong SM Entertainment

This story line is mine.
=============

Ini adalah..

Seohyun yang sedang kebingungan...

...dalam menulis diary.

Oke

Harus mulai dari mana ini?

Sebenernya diary ini gak begitu penting. Apalagi kalau ada unsur keterpaksaan dalam menulisnya. Tapi, aku kan udah janji mau merekam apapun momen-momenku bersama Kyuhyun.

Jadi harus dimulai, kapan lagi?

Momen-momenku sama anak itu.. gak cukup banyak sih. Gak sedikit juga.

Dimulai dari..

Hari rabu lalu,  30 Oktober 2013. Waktu UTS hari ketiga.

Keberuntungan pertama. Aku sekelas dengannya, setelah dua hari yang lalu kami terpisah ruangan. Keberuntungan kedua, Kyuhyun dateng dan langsung menghampiriku yang sedang sibuk hafalan materi di kursi paling belakang.

Aku sadar, dia datang. Bahkan, saat hidung Kyuhyun yang pertama muncul dari balik pintu. Aku sudah tau itu Kyuhyun.

Hahaha tidak. Aku bercanda.

Mana mungkin aku mengenal Kyuhyun hanya melihat hidungya. Aku ini hanya suka. Bukan terobsesi.

Lanjut, Kyuhyun berjalan ke arahku, sedangkan aku masih bersikap pura-pura cuek. Begitu sudah dekat, dia langsung menghujaniku berbagai pertanyaan sehubungan dengan materi kuliah. Kebiasaan. Tak masalah, aku suka kok.

"Jadi yang benar itu stereotyping, prejudice, discrimination, dan..."

"Glass ceiling.."

"Itu apa Seo?"

"Membatasi kesempatan perempuan dan kalangan minoritas dalam posisi manajerial"

"Oh, arraseo. Apa namanya tadi?"

"Glass ceiling"

Aku segera memberikan gestur kacamata dan menunjuk langit-langit kelas, saat Kyuhyun kebingungan akan makna glass ceiling. Paham dengan itu, dia langsung mengangguk.

How cute~ ^^

"Disini kosong kan?" tanyanya, telunjuknya mengarah ke kursi didepanku. Tatapannya berkata, aku ingin duduk disini.

Untungnya di universitasku memberikan kebebasan tempat duduk pas ujian.

"Entahlah.."

"Changmin duduk dimana?"

Huhh~ dia bahas Changmin. Memang sih, sahabatnya tadi sempat negur "Mau duduk dekat Seohyun, heh? Awas saja kalau berani" katanya sambil berlalu ke arah kamar mandi.

"Changmin duduk dibangku kedua depan.."

"Oke, aku akan duduk disini" ^^

Tak berapa lama, Changmin datang membawa potongan kertas kecil tebal dari sakunya, dan menunjukannya di depan aku dan Kyuhyun.

"Kalian lihat, ini contekanku nanti.."

"Changmin, kau buat contekan??"

Dia pasang tampang lemes "Aku gak sempet belajar Seo. Aku terlalu sibuk"

"Itu namanya curang, Changmin"

"Kalau kau mau kau juga bisa, Seo" ujar Kyuhyun sekenanya. Aish, dia ingin aku mencontek juga? Sial, aku takkan serendah itu. Ngajak ribut dia.

"Tidak! Sudah menjadi prinsip bagiku, memiliki nilai pure."

Changmin dan Kyuhyun terdiam. Seketika hening. Aku menyeringai puas.

Momen kedua, setelah ujian terakhir di kampus.

Aku, Kyuhyun, Changmin, Tiffany, Taeyeon, Yoona, Sunny, Yuri dan Ryeowook sepakat makan malam bersama setelah ujian. Si Changmin yang baik hati, rela mentraktir kita semua.

Aku makan disamping kanan Kyuhyun. Tapi dia terus mendengarkan Changmin bercerita di sebelah kirinya. Taeyeon dan Tiffany juga bercakap-cakap berdua tentang pekerjaan baru Tiffany, Yoona Ryeowook dan Yuri juga. Sunny dan aku lah yang hanya makan tanpa sepatah kata pun.

Eummm.. malam itu tidak ada momen yang menarik sih.

Cuma ada sedikit sorakan kompak dari mereka ketika Changmin mengajakku pulang bareng. Kyuhyun juga ikut-ikutan nyorakin lagi. Dasar.

Itu bukan momen Seokyu. Itu Changseo. Gak termasuk ahh.

Momen ketiga senin kemarin.

Malam itu Yesung oppa ngajak Kyuhyun, aku dan Taeyeon jalan-jalan ke taman kota. Waktu itu dosen kami berhalangan hadir, kata Yesung oppa bosan jika langsung pulang kerumah.

Yaudah deh, sesampainya disana kita makan jagung bakar berempat sambil duduk melingkar di rerumputan taman. Malam itu bertepatan dengan malam festival, jadi ramai.

Saat Yesung oppa pergi membeli minuman sebentar, aku Taeyeon dan Kyuhyun jadi canggung satu sama lain. Tidak ada yang bicara. Kyuhyun yang duduk berhadapan denganku, tak berani kulihat. Aku cuma makan jagung dengan santai, sambil mencari bintang. Heuhh langit disana sedang redup kala itu.

"Kok rasa jagungnya seperti rasa rendang ya.." ujar Taeyeon dengan nada lelucon. Aku dan Kyuhyun tertawa.

"Kalo yang ini rasa soto aja deh" timpal Kyuhyun

"Kalo aku mi goreng" entah kenapa aku jadi ikut-ikutan. Dan kenapa pula mi goreng yang kepikiran?

"Apanya yang mi goreng?" Yesung oppa datang dan membawa bungkusan besar. "Ini minumannya, ada coklat, biskuit, dan snack. Ambilah" tawarnya pada kami.

"Gw dari tadi siang belum makan?" adu Kyuhyun. Ini kedua kalinya dia melewatkan makan siang

"Kenapa?" "Gak ada jam istirahat?" tanya aku dan Yesung oppa bareng

"Tadi si bos, nyuruh gw nemenin dia di ruangannya. Cuma buat nulis memorandum. Gw disampingnya berdiri aja. Gak ngapa-ngapain"

"Cuma gitu doang? Ngapain coba?" Taeyeon mengernyit heran

"Ya, gw disuruh ngeliatin dan ngoreksi. Udah betul apa belum cara penulisannya"

"Kenapa bisa sampe gak makan?" sepertinya aku yang paling terlihat khawatir. Babo. Tidak bisa menyembunyikannya barang sedikit pun. Neomu babonikka.

"Tadinya sih diajakin makan abis nulis surat itu. Tapi gak mau, udah gak mood."

Kami berbincang-bincang banyak malam itu. Tentang pengalaman horror, bahas LGBT. Oia, aku baru tau, Kyuhyun takut banci. Hahaha, lumayan buat objek bahan isengan.

Lalu juga bahas rencana liburan akhir semester, bahas masa SMA, sampai-sampai ke tahap ngegombal, dan ngomongin bahasa alay yang disempurnakan.

Skip aja deh..

"Coklatnya, kau bawa kan, Seo?"

Waktu pulang, semua makanan udah abis. Tinggal sisa dua potong coklat yang ku genggam. Lantas keberikan padanya, habisnya ditagih.

Awalnya, ku kira dia akan makan semua, tapi dia membaginya menjadi dua, dan memberikan padaku. Aku terima aja, sambil senyum-senyum geje. Dia baik yaa. #plakkk

Sepertinya sampe situ aja deh momen-momennya. Semalem sih, ada momen Seokyu, pas aku ngasih cerita marshmallow story ke dia.

Ada momen Kyutoria juga sih. Gak sengaja ngeliat, pas aku sama Taeyeon lagi jalan ke lift bareng dosen, eh ketemu dia sama Kyuhyun lagi di depan lift, ngomongnya seru banget lagi.

Emang sih masih ada Luna dan yang lainnya. Tapi tetep aja kesel.

Enggak, aku bukan kesel sama Victoria. Kesel sama Kyuhyun. Victoria kan udah punya pacar, kenapa coba deket-deketin gitu, seakan-akan ngejar cintanya. Keliatan banget itu, Kyuhyun.

Udah segitu aja kali ya

Aku memang kesulitan mengingat semua momen itu. Kadang nyadar juga, buat apa diinget-inget. Harusnya akan aku lebih memprioritaskan pelajaran dibanding Kyuhyun.

Sering bertanya-tanya. Kyuhyun anggep aku teman atau bukan ya. Takutnya kalau aku terlalu deket, dia akan bilang "Seohyun ah, kita bukan teman. Kita hanyalah dua orang yang kebetulan bertemu dalam satu kelas dan mengetahui nama masing-masing. Tidak lebih. Kau tau itu kan"

Dan setelah itu dia lantas meninggalkanku dalam keheningan.

Kalau itu terjadi.. gak akan berani deh aku ketemu Kyuhyun lagi. Tapi.. gak mungkin juga sih Kyuhyun setega itu ngomong ke cewek. He is kindhearted boy, I'm already know.

And.. moment with you is my eagerness.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar