Rabu, 06 November 2013

C'mon battle! Suju VS Soshi (END)

Disclaimer : All cast are belong SM Entertainment

This story line is mine

~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~

"Kami sudah tangani. Tadi itu hanya asam urat yang kambuh. Sekarang beliau sudah istirahat kok"

Kyuhyun dan Seohyun langsung bisa bernapas lega setelah mendengar penuturan uisa-nim yang baru saja keluar dari kamar pasien. Uisa-nim segera mohon diri untuk pergi meninggalkan mereka berdua di koridor rumah sakit.

singggg...

Lalu hening

Tak ada suara apapun. Mendadak suasana menjadi canggung. Tak disangka mereka yang awalnya selalu bertengkar dan adu mulut, sekarang jadi diam-diaman, hanya karena kakek yang sedang kambuh asam uratnya.

"Ternyata.. kau hebat juga" ujar Seohyun memecah suasana dingin diantara mereka.

"Ya, kau juga" sahut Kyuhyun tanpa menatap Seohyun barang sebentar pun.

Sadar atau tidak, meski dua anak itu sama-sama keras kepala, namun jika dipersatukan mereka bisa kompak. Buktinya, dalam keadaan darurat tadi, ketika menyelamatkan nyawa sang kakek, mereka langsung sigap melakukan pertolongan.

Tapi setelah itu, ada yang tidak beres.

Mereka menjadi canggung lagi. Keheningan part 2.

"Mau melanjutkan lomba yang tadi?" ucap Kyuhyun yang tiba-tiba ingat tujuan awal mereka. Akhirnya salah satu dari mereka ada yang ngomong juga.

"Tapi harabeoji ini, bagaimana?" Seohyun sedikit tidak enak meninggalkan kakek tua sendirian di kamar rumah sakit. Keluarganya pun belum mereka cari tahu keberadaannya.

"Aku sudah minta perawat untuk menghubungiku jika kakek telah siuman. Nanti aku yang akan bertanya padanya dan menghubungi keluarganya."

Kyuhyun menghirup napas dalam dan melanjutkan "Sekarang yang terpenting. Kita selesaikan misi kita. Karena.. banyak yang menunggu kita di garis finish sana" Kyuhyun terkikik jahil.

Seohyun ikut tertawa kecil ketika membayangkan nasib juri, supporter, dan kawan-kawan mereka yang menunggu disana. Pasti nanti mereka berdua akan disembur habis-habisan, karena berani meninggalkan arena lomba.

"Arraseo~ kajja" tanpa aba-aba Seohyun langsung beranjak dari situ. Sementara Kyuhyun masih berdiri seperti orang bodoh.

"EH?! curang! Kau mencuri garis start. Arrghhh! Seohyun awas kau!"  desah Kyuhyun seraya menyusul Seohyun yang di depan.

~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~

"OH! lihat!! Itu mereka!!" teriak Wookie lantang, membangkitkan kesadaran semua penonton yang ada disitu.

"Seohyun! Seohyun!" suara dukungan dari tim hantu tiba-tiba menggelegar, terdengar sampai tempat tim lawan

"Kyuhyun! Kyuhyun!" sorakan dari tim manusia juga tak kalah gema. Hasilnya suara mereka saling tumpang tindih. Mereka terus bersorak sorai sebelum akhirnya melihat suatu yang tak logis.

"HEEE?!"

Mereka terheran-heran bersamaan begitu melihat Kyuhyun dan Seohyun berlari beriringan. Tidak ada yang unggul antara mereka.

Yang lebih aneh lagi mereka gandeng tangan!

Bukannya berkompetisi adu lari cepat. Tapi malah lari dengan santainya. Plus! Dengan romantisnya.

Sampai Kyuhyun dan Seohyun mencapai pita kemenangan bersama-sama, para penonton masih termangu tak percaya.

"Aku dan Seohyun sepakat berdamai" ujar Kyuhyun tenang. Tangannya masih terpaut di jari-jari Seohyun.

"APAAAA?????" lalu satu koor teriakan mengguncang hutan pada malam itu.

~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~

Flashback

"Hosh! Hosh! Kenapa, Seo?" tanya Kyuhyun heran karena Seohyun tiba-tiba saja berhenti berlari.

Seohyun menatap Kyuhyun dalam-dalam. Sedangkan yang ditatap hanya menyeka keringatnya, sedikit ngos-ngosan setelah lari berkilo-kilo jauhnya.

"Aku mempersilahkan kau untuk menang" ucap Seohyun. Tentu saja itu membuat Kyuhyun membulatkan matanya lebar-lebar. Tanpa sadar, mulutnya juga ikut menganga. "Kenapa?" balasnya.

"Ya! Kau tak mau? Sudah untung aku persilahkan. Kau mau menyia-nyiakannya?" Seohyun mulai galak

"Seohyun aku serius!"

"Kau pikir aku tidak?!"

"Tapi kenapa tiba-tiba.....Ckkkk ahhh" Kyuhyun berdecak sebal. Sejujurnya ia tak senang seperti itu. Bertarung untuk kepastian menang itu gak asik. Seperti main game level yang itu-itu aja, pikirnya sebagai gamer maniak.

Kyuhyun berpikir keras sekali lagi, apa yang membuat Seohyun menyerahkan semua yang telah di perjuangkannya?

Seakan bisa membaca pikiran Kyuhyun, Seohyun berkata "Aku seorang dewi, Kyuhyun. Aku baru sadar kalau perbuatanku menggagalkan proyek taman universitasmu itu salah. Aku hanya terkontrol emosi pada waktu itu..."

Seohyun menghirup napas dalam-dalam dan melanjutkan "Aku tinggal di bumi sekarang karena melarikan diri dari kerajaan langit. Mengunjungi bumi untuk mengatur perdamaian"

"Rencananya begitu sebelum aku dengar kabar proyek besar pembuatan taman sekolah. Aku yang iri tentu saja berusaha keras untuk menghentikkannya. Kenapa bisa anggaran sebesar itu hanya dibuat untuk taman? Kenapa tidak memperbaiki rumah dewi pelindung kota?"

"Karena mereka tidak tahu ada dewi pelindung kota ini" jawab Kyuhyun menginterupsi cerita Seohyun. Seohyun tersenyum malu lalu membenarkan jawaban Kyuhyun.

"Tepat sekali. Oleh karena itu, aku menyerahkan kemenangan ini padamu. Aku berencana kembali ke kerajaan langit saja." lirih Seohyun. Sebenarnya ia agak sedih meninggalkan bumi. Ia masih ingin tinggal disini.

"Tidak Seohyun!!" larang Kyuhyun, sebelum Seohyun benar-benar terbang ke atas langit. Seohyun menatap mata Kyuhyun bertanya-tanya.

"Itu sama saja kau mengecewakan mereka. Kawan-kawanmu, pendukungmu, rekan dalam tim-mu, juri-juri. Mereka telah berjuang susah payah membelamu, jadi......." Kyuhyun meraih tangan Seohyun dan mengenggamnya erat-erat. "Kita selesaikan. Dan aku menyerahkan kemenanganku juga"

"Apa?"

"Seohyun, aku akan memperbaiki rumah dewi pelindung kota-mu. Jangan khawatir." Kyuhyun tersenyum tulus. Dengan sedikit rasa haru, Seohyun membalas "Terima kasih"

~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~

"Begitulah ceritanya, akhirnya kita damai. Iya kan, Kyu?" jelas Seohyun panjang lebar, sementara Kyuhyun mengangguk membenarkan.

Gubrakkkk

Setelah mendengar kesaksian mereka berdua, semua orang serempak pasang tampang "cape deh".

"Sudah sudah. Damai itu memang indah" ceramah Siwon yang tiba-tiba membuat kegubrakan kedua dimulai.

~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~~~oOo~~~

Lalu pada akhirnya...

"Hah?! Apa ini??!! Kau bilang akan memperbaiki rumahku?!! Kyuhyun jawab??!!"

Donghae menutup telinganya kencang. Bola yang baru saja dimainkan Donghae juga ikut tergiring jauh, seakan takut mendengar ledakan Seohyun.

"Itu sudah ku perbaiki, Seohyun!! Lihat baik-baik!"

"Mereka mulai berantem lagi.." desah Sungmin kemudian dapat gumaman pelan dari Siwon dan Wookie.

"Diperbaiki apanya??!! Ini sih jelek! Pakai dekorasi norak seperti ini. Perbaiki lagi!! Tidak mau tau!!"

"Yakk?! Ini sedang trend tau!! Kau saja ketinggalan zaman!"

"Aku tidak suka! Warnanya terlalu silau!!"

"Oh aku tau. Selera dewi slebor sepertimu memang rendah"

"Apa katamu??!!!"

Donghae, Sungmin, Wookie, dan Siwon hanya menganga lihat pertengkaran mereka.

"Jangan dilihat, bodoh!!" ujar Seohyun dan Kyuhyun kompak.

Setelah mendapat bentakan dari Seohyun dan Kyuhyun. Mereka berempat mengalihkan pandangan, sambil tertawa tanpa suara.

"Berniat memisahkan mereka?" tanya Siwon

"Biarkan saja. Nanti juga mereka akur sendiri. Hahaha" timpal Wookie sambil tertawa jahat. Dan mereka juga ikut tertawa.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar