Selasa, 08 Oktober 2013

Once we take dinner together...

Disclaimer : All cast are belong SM Entertainment

This story line is mine.
=============

"Seo.. Sini~"

"Ne?"

"Kamu ngapain duduk disitu? Enakan juga disini, dekat penghangat"

Aku mengambil tas dan hoodieku dan bergegas menghampiri Kyuhyun. Seseorang yang tadi memintaku untuk duduk mendekat ke arahnya.

"Aku lelah sekali, Seo.."

Hmm, aku tau. Dia terlihat lelah. Pasti urusan pekerjaan.

"Aish~ kenapa mereka belum datang, apa mereka tidak tahu janjinya jam segini?"

Aku menoleh ke asal suara. Ahh, itu Tiffany. Dia yang mengatur acara ini. Dari tadi dia terlihat sibuk dan ribet. Aku sih tadi sudah menawarkan bantuan, namun dia tolak dengan bicara "Sudahlah Seo, kau diam saja. Duduk disitu, arrachi?"



Aku beserta teman kampusku sedang berada di resto untuk acara makan malam besar. Total undangan ada 25 orang. Namun masih sedikit yang baru datang, belum ada setengahnya.

"Fany ah~ kapan makanannya datang?"

Dia mulai lapar rupanya. kkkk~

"Aku sudah memesankannya kok"

"Aku tanya kapan makanannya datang. Bukan tanya sudah kau pesan atau belum"

"Ya~ Cho Kyuhyun! Tunggu sampai yang lain datang. Apa kau kesini hanya untuk makan? Gunakanlah rasa kebersamaanmu Ckk"

Tiffany terlihat agak jengah melihat Kyuhyun yang tertawa lebar setelah berhasil membuatnya tersulut emosi. Aku ikut tertawa melihat tingkah mereka.

Sebentar kemudian, Kyuhyun sudah terlihat memainkan handphonenya. Aku milirik layarnya sekilas, ingin tau apa yang ia lakukan dengan gadgetnya itu.

Aiyyy, apa-apaan yaa. Aku jadi kepo gini. Mentang-mentang suka sama Kyuhyun, jadi ingin tau segala tentang dirinya. Huah, itu kan privasi, Seo. Ayo sadarlah.

"Seo.. malam ini kau sangat cantik"

EH?

Ada yang bilang can.... Ahhh~ aku tau orang itu. Siapa lagi kalau bukan dia.

Aku langsung mengubah pandanganku ke asal suara tadi. Tuh kan, Changmin. Sekarang dia justru menatapku dalam-dalam sambil tersenyum tampan, sok tampan tepatnya.

Sudah biasa sih. Changmin seperti itu bukan ke aku saja, tapi kepada banyak gadis-gadis lainnya. Apalagi yang seksi-seksi. Dasar cassanova.

Yahhh, kalo Changmin sudah begitu, tak ada yang bisa kukatakan lagi, selain..

"Terima kasih. Kau juga tampan, Changminie"

"ITU PASTI!"

Aku rasa kepercayaan dirinya baru saha terpancar dengan penekanan kalimat barusan. Aku hanya mengangguk paham, dan mengubah raut mukaku menjadi 'iya deh, apa kata lu aja Min'

Tiba-tiba Changmin mengarahkan dagunya ke Kyuhyun sementara matanya masih melihatku. Mungkin memerintahku menoleh ke arah Kyuhyun. Apa maksudnya? Aku tak mengerti.

"Sepertinya Kyuhyun akan dapat pacar baru, Seo. Liat saja tingkahnya. Dari tadi sibuk dengan hape." jeplak Changmin dengan santai.

Ahh arrayo. Sedang chattingan kali ya. Tapi please deh Min, terserah dia kali mau ngapain juga. Lagi pula kenapa kasih tau aku coba? Apa ada hubungan denganku? Apa chattingan itu aneh? Changmin babo.

Aku menatap Kyuhyun yang saat ini tengah memasang tampang polosnya, lebih tepatnya tampang blo'on. Mungkin masih kaget Changmin menyebut namanya secara tiba-tiba. Aku hanya ketawa kecil, wajahnya lucu sih.

"Sedang chattingan?" tanyaku

"Anii..." Dia langsung mempertontonkan layar handphonenya tepat di kedua wajahku. Aiyy, mwoyaaa? Dia sedang menonton kartun atau apa?

"Aku sedang main game.."

"Oh.."

Aku hanya ber-OH ria dan sedikit lega melihatnya. Ya lega. Entahlah. Sepertinya aku benar-benar menyayangi makhluk satu ini. Lega, belum ada orang yang memilikinya. Hihihi. Aku sedikit sayang sih..

EH?

AIHHHH!

Tidak!

Aku hanya suka pada Kyuhyun, tidak lebih. Apalagi sayang dan cinta aishhh~~

Sayang-sayangan? Huhhh jangan sampe deh. Sejujurnya, itu agak memuakan.

"Makanan dataaaaang" seru seseorang. Tak tahulah siapa suara itu, karena tempat ini begitu ramai, penuh kebisingan orang-orang yang berbicara. Kulihat sekeliling, banyak juga yang sudah datang.

Kini didepanku telah tersaji hidangan yang aku pesankan ke Tiffany. Samgyetang. Aku refleks melingkarkan telapak tanganku di sekeliling mangkuk. Hmmm, masih agak panas. Seperti baru saja mendidih.

Kemudian aku mendekatkan wajahku ke mangkuk. Membaui aromanya kuat-kuat. Aroma ayam dan kuah kaldunya menyatu membuat nafsu makanku meningkat tajam.

"Seperti kucing saja, Seo.."

"Hah?"

"Kau seperti kucing, mencium makanannya sebelum dimakan" jelas Kyuhyun. Aku hanya nyengir tak jelas, tepatnya tampak seperti senyuman bodoh.

"Ahh~ hehehe. Habisnya wanginya enak, kau pesan apa?"

"Bulgogi"

"Ohh~"

"Aku memesan mapo tofu juga"

"Hee? Dua??" Ishh~ anak ini makannya kuat ternyata -_-

"Ne, hanya makanan sampingan. Nanti kau makan bersamaku. Aku juga tidak habis"

Aku mengangguk paham menyertai penjelasannya apa itu mapo tofu, bahan-bahannya, sekaligus cara membuatnya.

"Eh tapi, tidak ada daging itu kan eummm........" pertanyaanku menginterupsi Kyuhyun sebentar. Kyuhyun berhenti berbicara dan sedetik kemudian hanya tersenyum manis.

"Tidak ada, tidak ada daging babinya" jelasnya

Aku tersenyum, senang karena Kyuhyun mengerti maksudku. Daya tangkapnya memang cepat. Pantaslah dia menjadi ketua jurusan.

"Hei, sebelum makan, kita berfoto dulu oke??!" seru Sooyoung setelah melihat pembagian makanan telah selesai. Dengan kamera SLR yang digelantungkan di lehernya, ia mulai mengambil gambar kami semua. Satu snapshoot, dua snapshoot, tiga snapshoot, rasanya tidak cukup. Kami mengambil gambar berkali-kali.

"YA!!!! Jauhkan kepalamu dari Seohyun arrrghhhhh! Jangan dekat seperti itu, bodoh!!" mulai lagi si Changmin protektif terhadapku. Ia agak emosi melihat pipi Kyuhyun hampir bersentuhan denganku.

Eh sejak kapan Kyuhyun jadi sedekat ini? Ahhh tak apa, aku sih tak keberatan asal itu Kyuhyun. Heheh ^^

Cuma Changmin itu.... ampun deh itu bocah satu, selalu bertingkah seperti aku miliknya. Padahal kami tidak pacaran.

"Lagi ya.. satu dua tiga.." Sooyoung mengambil aba-aba lagi. Persis seperti fotografer handal yang tengah mengambil objek gambar.

"Ya!! kau tidak dengar! Jauhkan kepalamu dari Seohyun!!" dengus Changmin. Kyuhyun bukannya takut atau membela diri, dia justru semakin merapat ke arahku sampai-sampai Changmin melebarkan bola matanya.

"Ya!!!" Changmin terlihat frustasi. Kyuhyun sendiri tertawa puas dan melanjuti ledekannya. Perlahan dia mendekatkan dirinya lagi disampingku sampai kurasa tidak ada jarak. Aishh~ ini sih keterlaluan.

Ya Tuhan~

Tuh kan jantungku berdesir tiba-tiba, semua menjadi dingin, aku sulit bernapas. Apa ini? Ini benar-benar tidak logis. Aku mulai gugup! Na eotteohkke hatjyo?? Ahhh Cho Kyuhyun sial.

"KYUHYUN SSI!"

bentakan itu keluar tiba-tiba dari diriku. Aku melihat dirinya kaget. Tak sampai 5 detik, kemudian ia memperlihatkan wajah kecewa sekaligus sinis. Apa itu terlalu keras? Aigo~ itu refleks. Gak sengaja, beneran.

"Hanya bercanda, Seo.." sahutnya pelan namun terdengar sarkastik. Lantas, langsung kembali ke tempat duduknya, menjauhkan raganya dariku. Wajahnya masih belum berubah. Dia nampak kecewa.

Ya! Ini sih salah! Seharusnya aku yang marah padamu, Cho Kyuhyun jelek! Ehh.. dia tampan, oke maaf. Tapi sekarang jadi aku yang merasa bersalah. Aku tadi hanya kehilangan kontrol.

Dan siapa pula yang membuatku kehilangan kontrol? Tepat sekali. Kau Cho Kyuhyun!

Aku melirik ke arahnya diam-diam. Astaga~ sejak kapan Cho Kyuhyun jadi anteng seperti itu.

Dia hanya memainkan sedotan minuman sambil menatapnya lama, seolah olah sedotan itu menarik perhatiannya. Eiyyy, serius deh. Dia marah atau enggak sih? Masa iya cuma aku bentak sedikit saja, dia langsung berubah kepribadian gitu. Aneh Kyu, sungguh aneh.

"Kajja, kita makan. Nanti kita lanjut lagi foto-fotonya" terdengar suara Sooyoung menyudahi pemotretannya dan mulai kembali ke tempat duduknya.

Geurrae, tak ada salahnya minta maaf. Nanti akan kulakukan.

"Jal meogoseumnida~~~~!"

Semua mulai menyantap hidangan di depan dan sesekali diselingi bincangan pendek. Tepat disebelahku Kyuhyun makan dalam diam, sifatnya menjadi dingin. Dihapanku Changmin tengah sibuk berkonsentrasi pada makanannya. Dan aku sendiripun ikut makan dalam rasa bersalah. Heoll~

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar