Jumat, 04 Oktober 2013

Just two of us?

Disclaimer : All cast are belong SM Entertainment

This story line is mine.
=============
62500 won.

Baiklah, jangan ada keluhan. Bersyukurlah Seohyun, bersyukur apapun yang terjadi.

Ckk, pengeluaran bulan ini banyak sekali ternyata. Aku saja belum membelanjakan keinginanku. Mungkin bulan depan saja deh.

Aku melihat uang 10000 won yang baru kutarik dari mesin ATM. Bayangan Sunny unnie di kantor tadi langsung keluar dari memoriku.

"Ya, Seohyunnie! Tenggatnya besok, kau harus cepat-cepat bayar. Tinggal kau yang belum bayar arisan."

Begitu katanya. Aku jadi takut sendiri, habisnya gaya bicaranya seperti penagih utang yang belum dapet setoran 2 bulan. Hii~ -,-



Langsung ku masukkan uang itu ke dalam clutchku dan bergegas balik. Sudah ada antrian dibelakangku.

Tes tes tes

Aku tersentak sepersekian detik.

Geurrae.

Baru saja keluar dari ATM center, tiba-tiba disuguhi gerimis seperti ini, padahal kan tadi cerah. Tak apalah, yang penting aku sudah sampai di lingkungan kampus.

Hari ini sebelum memulai kelas, aku ingin ke perpustakaan, meminjam beberapa buku untuk mempersiapkan ujian akhir. Mahasiswi semester 3 ini rajin kan? Jujur saja, ini karena trauma semester kemarin. IPku turun ada satu mata kuliah yang mengharuskanku retake. Itu membuatku sakit. Sampai-sampai aku berfikir, dosen itu sepertinya membenciku.

Ya. Dia membenci anak muridnya yang bodoh ini.

Karena itu, sebisa mungkin semester ini tidak boleh ada yang retake.

Kalo Cho Kyuhyun?

Hmm, dari 5 mata kuliah semester lalu, dia dapat 2 nilai A dan 3 nilai B. Beda denganku yang dapat 4 nilai B dan 1 nilai D. Bayangkan ada nilai D di daftar nilaiku! Itu membuatku frustasi. Dan aku malah dengan jujur menceritakannya ke Kyuhyun. Padahal itu memalukan.

Kyuhyun sendiri tidak menanggapi apa-apa. Dia hanya mengagguk. Setidaknya simpati sedikit kek atau memberikan semangat. Ini malah tidak. Cho Kyuhyun bodoh.

Loh? Kenapa jadi bahas dia sih? Aish.

CLOSED

Hmmphhh..

Fine. Belum selesai aku menghapus bayangan Kyuhyun, tiba-tiba ada tulisan itu di depan pintu perpus. Huh. Ini jam berapa sih? Kok belum dibuka.

Kelas dimulai satu jam lagi. Masih lama sih. Mau ngapain ya aku?
Duduk-duduk aja deh di loby kampus sambil ngecek facebook. Hehe.

Aku berbalik dan langsung berjalan menuju loby kampus sambil terus mengingat-ingat apa saja buku-buku yang akan kubawa pulang nanti.

"Intermediate accounting itu yang utama. Lalu...."

Set.

Aku berhenti. Lebih tepatnya kaget.

Ada sosok di depanku. Dia juga sepertinya kaget dan langsung menarik headset-nya di satu telinga.

"Ng? Kyuhyun?"

Dia disini. Bertemu denganku tepat ditikungan ini. Astaga, aku tadi hampir bertabrakan dengannya. Be normal, Seohyunie. Jangan terlalu gugup.

"Kau sudah datang?"

Jelas saja sudah Seohyun, kenapa kau bertanya seperti itu. Aku memang benar-benar babo.

"Aku tadi sudah ada di ruangan. Tapi belum ada yang datang. Ya sudah aku jalan-jalan saja" ucapnya.

Dia tidak sempurna. Dia tidak menonjol. Dia tidak tampan. Namun apapun yang dia lakukan dan apapun yang dia katakan selalu nampak bersinar bagiku. Seandainya aku bisa jadi pacar.... ah tidak tidak. Tidak boleh pacaran!

Ya! Kenapa jadi melenceng dari prinsipku gini??!!

"Ohh. Baru datang atau sudah dari tadi?" lanjutku sambil berjalan. Kyuhyun mengikutiku dari samping kiri.

"Baru saja.." Jawabannya terlalu singkat.

"Oh iya, bukumu masih ada di aku, Kyu. Aku belum sempat membacanya. Sepertinya baru bisa dibaca setelah ujian." ucapku bersocial-talk tentang buku motivator yang ku pinjam darinya.

Sekedar menetralkan rasa canggung. Pokoknya gak boleh ada waktu kosong. Ntar yang ada malah aku jadi gugup. Lebih baik berbincang-bincang kan?

Dia terkekeh pelan.

"Gwaenchanayo, itu juga jarang kubaca. Soalnya kalau baca lama-lama aku jadi mengantuk hehe"

Aku tertawa kecil mendengar jawabannya. Dia juga ikut tertawa. Sebenarnya sih tidak ada lucu. Tapi entahlah, tubuhku berasa ringan kalo didekatnya, jadi ingin tertawa saja. Kyuhyun.. Kyuhyun..

Begitu sampai dibangku panjang loby, aku duduk memangku tas ku dan Kyuhyun duduk disebelah kiriku.

"Aku lapar, Seo.."

What? Terus gue harus bilang WOW gitu? Lo pikir gue emak lo?

Rasanya ingin ku jawab seperti itu. Bagaimana ya reaksinya? ^^

"Kalau begitu, makanlah.." yang keluar hanya kata-kata seperti itu. Aku gak tega sih bersikap kasar padanya. Lagi pula aku juga tak piawai bersikap kasar. Aku kan baik hati. ^^

Please deh, aku ini kok narsis? -_-

"Sssshh, aku mau keluar. Tapi hujan."

"Jinjayo?" sahutku pura-pura tak tahu, padahal tadi sempat kena hujan. "Cuma gerimis kok.." lanjutku kritis

"Kantin tutup lagi. Ada tempat makan gak sih disekitar sini? Dari tadi siang aku belum makan"

Jiahhh. Dia curhat. Udah gitu sambil masang tampang sedih. Aku kan jadi kasian, pengen ngebantu kan. Mianhae Kyu, seandainya aku punya makanan, pasti langsung aku berikan sebagian untukmu

"Hmm.. di perempatan lampu merah depan, banyak kok"

"Di gapura besar sana??" dia menunjuk ke arah yang tepat aku maksudkan. Aku hanya mengangguk sebentar, kemudian dapat tatapan tidak percaya darinya.

"Kenapa?" tanyaku risih ditatap seperti itu

"Tidak ada yang lebih jauh lagi, Seo??" celetuknya.

"Hahaha. Itu kan tidak ada 1 km, Kyu. Kau bawa kendaraan kan?"

"Bawa sih. Tapi malas."

Aku hanya mendengus sambil tersenyum sedikit. Setelah itu mengecek handphone. Tidak ada sms, telfon, atau apapun. Ckk.

Hening. Tidak ada pembicaraan lagi. Aku melihat sekitar. Entah kenapa seperti tak ada kehidupan. Sepi sekali. Benar saja, tidak ada seorang pun disini selain aku dan Kyuhyun.

Situasi yang benar-benar tidak kebetulan. Haduh jangan sampai jantung ini berdegup cepat lagi.

"Ngomong-ngomong kau pernah ikut ujian universitas negri?" Lagi-lagi aku yang memulai pembicaraan. Dia terlihat berfikir sebelum mulai bercerita.

"Tidak. Tapi kalau berencana pernah. Aku sudah tiga kali berencana masuk universitas negri. Tapi...." Dia mengengok ke arahku seraya melanjutkan "...aku selalu lupa ikut tes".

BABO.

Orang yang jenius, terkadang babo. Itu lah Cho Kyuhyun.

Aku hanya mendengus menanggapinya dan dia tertawa setelah itu memulai ceritanya lagi.

"...aku memutuskan kuliah disini, karena dapet info dari rekan kerjaku. Waktu itu dia semester 3 disini. Katanya universitas swasta ini terbaik, yang menyandang nama keren bla bla bla" Dia terus bercerita dan aku menyimaknya. Well, ini kesukaanku. Melihat ekspresinya bercerita sampai habis. ^^

"Annyeong hasimnikka"

Sapaan tadi menginterupsi cerita Kyuhyun. Hangguk dengan logat mandarin yang kental membuat kita bisa menebak siapa orang itu.

"Annyeong Victoria-ssi" sambutku terlebih dahulu, kemudian diikuti Kyuhyun dengan sapaan yang sama.

Victoria, teman sekelas kami juga. Mahasiswi yang kadang membuatku cemburu juga. Kadang loh ya. Atau mungkin jarang.

Apalagi alasannya kalo bukan Kyuhyun. Ya. Teman-teman sepenjuru kelas suka mencomblang-comblangi Kyuhyun dan Victoria. Mereka memang cocok sih. Aku jadi agak sedikit keki mendengarnya.

Aishhh. Temen-temen kelas emang iseng sih menjodoh-jodohkan orang. Berbuat seperti itu seenaknya. Akupun juga termasuk korban perjodohan mereka. Dengan siapa? Siapa lagi kalo bukan dengan Choikang Changmin, yang populer dengan nama Changmin.

Changmin sih cuma cengar-cengir kesenangan. Sedangkan aku?

Geurrae. Changmin memang tampan, pintar, mempesona, populer dikalangan yeoja. Bahkan lebih populer dibanding Kyuhyun. Tapi aku tidak bisa tangkap sinarnya. Beda dengan Kyuhyun, yang selalu bersinar dihatiku ^^

"Sudah tahu diruangan berapa?" tanya Victoria pada kami

"Mollayo" jawabku

"Mr. Ahn tidak ada di ruangannya" jawab Kyuhyun lalu dibalas anggukan Victoria.

#Mr. Ahn. Kepala akademik yang biasa memberi info tentang ruangan kelas setiap dosen.

"Kalian tidak lapar?" tanya Victoria. Aku tau dia lapar. Terlihat dari caranya mengelus bagian lambungnya. Ohh jebalyo. Kenapa mereka harus sama? T_T

"Kami berencana makan, tapi hujan" sahut Kyuhyun langsung.

Kami? Oh please deh Kyu. Yang lapar itu cuma kamu, aku enggak.

"Siang tadi di kantor saya belum makan"

OKE. Yang ini persis! Persis kata-kata Kyuhyun yang tadi. Kayaknya emang mereka jodoh deh. Ahh, aku gak sanggup disini lama-lama T_T

krek!

Seseorang membuka pintu loby dari luar. Oh. Teman sekelas kami. Aku mengenalnya. Orang tersebut terus berjalan lurus tanpa menegok. Benar-benar tidak sadar ada kami.

"Ya! Changmin ah!" panggil Kyuhyun. Sekilas Changmin menoleh dan melambai ke arah Kyuhyun. Dia hendak berjalan lagi, namun terurung ketika melihatku. Dia langsung menghampiri kami bertiga.

"Ya~ kau ada makanan tidak?" tanya Kyuhyun begitu Changmin tepat berada di hadapan kami.

"Memang kau belum makan?" Changmin memang perhatian kepada sahabatnya, meski kadang suka saling bully. Dia saat ini terlihat khawatir dengan Kyuhyun.

"Belum.." jawab Kyuhyun melas.

"Dasar kau. Didepan situ kan ada tukang jajangmyun, kenapa tidak beli?"

"Benarkah?"

"Kau tidak tahu? Bodoh sekali."

"Aku tidak melihatnya, Min!"

"Aku juga, memang dimana?"

Mereka terus berbicara. Aku sudah tidak konek. Rasanya mau pergi saja dari sini. Entah kenapa jadi tidak nyaman. Apa penyebabnya gara-gara suka Kyuhyun? Kalau begitu, menyukai seseorang itu tidak enak ya. Cepet bete. Yang tadinya sedang berdua, tiba-tiba ada yang lain, berasa berubah.

"Seohyunnie?"

Ng? Ada yang manggil?

Aku langsung terlepas dari lamunanku dan menoleh. Mereka bertiga sedang menatapku. Ya ampun aku gak sadar. Jangan-jangan sudah dari tadi.

"Ne?" tanyaku pada Changmin. Dia yang memanggilku tadi.

"Mau menemaniku?"

"Kemana?"

"Ayo ikut saja. Aku tau kau tak keberatan" Changmin langsung meraih lenganku lalu menjauh dari tempat itu. Aku hanya mengikuti kehendaknya tanpa menoleh ke Kyuhyun dan Victoria yang masih berada di tempat tadi.

"Wuuuuuuu~"

Sayup-sayup terdengar sorakan dari Kyuhyun dan Victoria dibelakang. Mungkin bermaksud menggodaku dan Changmin. Aku tidak senang. Sama sekali tidak. Mengapa ini begitu sulit?

Aku berpisah dengan Kyuhyun.

Satu lagi yang harus berakhir seperti ini.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar