Sabtu, 14 September 2013

사랑의 길 (Way of Love) 5

Title : Way of Love

Author : Murniati Imnida

Disclaimer : All cast are belong to SM Entertainment

Cast :

- Seohyun : Pemeran utama yang selalu muncul disetiap part

- Kyuhyun : Namjachingu-nya Seohyun yang gak kalah eksis di FF ini

- Donghae : Pemeran yang tersakiti namun kemudian juga menyakiti

- Yoona : Pemeran yang tidak diinginkan kemunculannya tapi sejujurnya, author membutuhkannya

- Dan pemeran2 lain yang pastinya udah lolos dalam proses casting film *apasih*


Sing~~~~

Kyuhyun baru saja keluar dari kamar kecil, ketika disekililingnya terlihat hening dan tenang. Begitu sepi seperti tak ada kehidupan. Padahal 5 menit yang lalu sebelum ia masuk ke toilet, masih banyak orang yang berlalu lalang di tempat itu.

"Kemana perginya orang-orang?" gumamnya sesaat saja. Tanpa rasa peduli, ia kembali berjalan santai menuju ruang besar restoran, tempat ia sarapan tadi. Namun baru beberapa langkah, lengannya terasa dicekal, hingga tubuhnya tertarik kebelakang.

Kyuhyun hendak memukul orang itu kalau saja bukan wanita yang telah lama dia dikenal tengah memegang erat lengannya "Seohyun?!! Sedang aph..." Telapak tangan Seohyun menyegah pembicaraan Kyuhyun. Sesaat kemudian, telunjuk Seohyun beralih ke bibirnya "Sssttt...."

Kyuhyun dengan wajah kebingungan, tak bisa berbuat apapun dikala Seohyun sedang mengedarkan pandangan, mencari sesuatu. Kilatan dari matanya terlihat was-was dan khawatir. Aishh sebenarnya ada apa?

"GELEDAH TOILET JUGA!!" Kyuhyun baru saja ingin bertanya lagi ketika samar-samar sebuah suara yang amat besar mengejutkan mereka.

"Gawat.." desah Seohyun. Wajahnya nampak lebih panik. Namun ketika matanya bertemu tatap dengan Kyuhyun, raut mukanya berubah serius. "Kyuhyun.. untuk kali ini saja. Turuti apa yang aku mau" ujar Seohyun.

Kyuhyun menaikkan alis matanya heran " Apa maks...?"

CUP~

Mata Kyuhyun terbelalak, ketika sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Ia tercengang heran seperti orang bodoh. Ige mwoya? Kenapa Seohyun tiba-tiba???

Drap drap drap!

Derap langkah kaki yang kian mendekat tertangkap indra pendengaran Kyuhyun. Dan Seohyun pun belum melepas ciumannya. Aigooo~ ini akan ketahuan! Tapi, apa boleh buat? ia akan menuruti semua permainan kekasihnya itu.

Kyuhyun mulai merengkuh leher Seohyun dan membalas ciumannya.

Suara langkah kaki itu semakin jelas dan berhenti. Kyuhyun yakin sekali, ada orang dibelakangnya yang tengah melihat 'aksi ciuman' mereka. Sejenak kemudian, langkah kaki itu menjauh, samar-samar, kemudian hilang.

Pada saat itulah Seohyun melepas ciumannya. Dan langsung membawa Kyuhyun ke tepi jendela. "Lompat!" suruh Seohyun sedikit berbisik. Kyuhyun menggeleng pelan, dan menatap Seohyun sendu "Kau dulu.."

Seohyun tersenyum manis sebelum akhirnya mendaratkan tubuhnya di semak-semak belakang restoran.

"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Kyuhyun tidak sabar. Seohyun sedang mencoba menetralkan rasa tegangnya, kemudian menjawab "Restoran ini kedatangan teroris.."

"Teroris?" ulang Kyuhyun tak percaya. Seohyun mengangguk dalam dan melanjutkan "Semua pengunjung disini dijadikan sandera, termasuk Donghae oppa...."

"Dan Yoona?" sambung Kyuhyun dibalas anggukan singkat dari Seohyun. "Suara langkah kaki tadi, bisa dipastikan itu adalah salah satu dari mereka.."

Kyuhyun mengangguk paham, betapapun itu seorang teroris, tidak akan mau mengganggu dua anak muda yang sedang berciuman kan. Wanita ini.. bisa juga berpikiran sejauh itu, batin Kyuhyun sambil menatap Seohyun.

"Untungnya aku bisa melepaskan diri, kau bawa handphone kan? Telfonlah polisi! Palli!!!" suruh Seohyun masih sedikit ngos-ngosan.

==========================

"AMBIL SELURUH UANG YANG ADA DI MESIN KASIR ITU, CEPAAATT!!" Titah sang bos teroris tegas. Beberapa anak buahnya dengan cekatan melakukan tugas mereka. Bos teroris sendiri hanya memandang kinerja anak buahnya sambil memegang senapan, siap menembak siapapun sandera yang bergerak.

"Oppa, eottohke?" bisik Yoona. Kedua tangannya masih terangkat keatas. Begitu pula Donghae. Dengan lembut ia berbisik ke Yoona "Tenanglah, mereka hanya mengambil pandapatan restoran ini, harta kita akan selamat.."

"SETELAH ITU KALIAN GELEDAH SEMUA TAS PENGUNJUNG, DAN AMBIL HARTANYA!!"

"Mwoooo??!!!!!" satu koor teriakan, membahana di gedung restoran itu disusul dengan suara peluru yang dilepaskan sebagai peringatan diam.

"Oppa.. kita tak bisa pulang ke korea.." ujar Yoona lagi. Donghae menutup matanya pasrah "Sepertinya kita akan mati.."

"DAN.... AMBIL JUGA KAOS POLO GRATIS DARI PEMBELIAN PAKET KELUARGA NASI+AYAM. SOALNYA SAYA UDAH NGINCER DARI LAMA" ujar si bos teroris lagi dengan entengnya.

Gubrakkkkkkkk.

"Buat apaan coba bos?" tanya salah satu anak buahnya. Agak malu punya bos berkelakuan ajaib seperti itu. "Buat saya lah, saya naksir banget sama motifnya." jelas si bos jujur.

Gubraakkkkkkk part II

==========================

"Selesai!"

Kyuhyun memasukkan ponsel ke saku celananya, setelah memutus hubungan telefon dengan polisi. "Polisi akan datang.. setidaknya 10 menit"

"Apa? Itu lama sekali, Kyuhyun! Keburu mereka kabur" protes Seohyun. "Belum lagi kalau ada korban.... huweeee" pikirannya langsung tertuju pada nyawa Donghae oppa yang di ambang kematian.

"Lalu bagaimana lagi, Seohyun? Jarak kantor polisi dan restoran ini tidaklah dekat." jawab Kyuhyun. Keningnya berkerut memikirkan sesuatu.

"Begitu yaa"

"Tapi mungkin, kita bisa mengulur kinerja mereka. Ya! Kita tidak bisa duduk disini saja" ujar Kyuhyun. Seohyun berhenti memainkan rumput, dan menatap Kyuhyun dalam "Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanyanya berharap jawaban pasti.

"Kita harus keluar dan melawan mereka.." Kyuhyun meraih tangan Seohyun dan menggenggamnya erat. "Kau pasti bisa Seohyun. Aku yakin itu" lanjutnya

"Tapi.. aku sudah lama tidak ikut kursus bela diri.." ungkap Seohyun jujur. Kyuhyun mengeratkan genggamannya, seakan mentransfer aura positif untuk Seohyun "Lakukan apa yang menurutmu pantas, ikuti hati kecilmu, turuti logikamu. Arrachi?"

Kyuhyun tersenyum simpul ketika Seohyun mengangguk dengan pasti. "Aku duluan keluar, setelah itu kau" perintah Kyuhyun.

"Arra.."

Hiyaaaatttt!!

"Kyuhyun!!" Seohyun memekik keras saat melihat kekasihnya tersungkur di tanah. Belum juga 10 detik keluar, Kyuhyun telah dapat serangan. Dia langsung memproteksi tubuh Kyuhyun, ketika sebogem pukulan akan mengenai kekasihnya lagi dari seorang..

Wanita?

Kini ada kedua wanita tengah bertatap-tatapan. Yang satu melindungi Kyuhyun, yang satu tampak ingin menghabiskan Kyuhyun.

"Eh?" Wanita yang menyerang Kyuhyun itu termangu refleks membungkuk 90 derajat. "Chosonghaeyo.. kelihatannya kau bukan teroris" ujarnya.

Seohyun bangkit dan membantu Kyuhyun berdiri "Memang bukan!!" desisnya sebal. Tangannya menepuk-nepukkan debu yang menempel pada pakaiannya.

"Ah maaf sekali lagi. Namaku Sooyoung, mahasiswa jurnalistik, pemegang sabuk hitam karate. Aku dengar ada kejadian perampokan disini." ujar si penyerang tadi. Padahal Seohyun tidak memintanya menyebutkan nama.

"Kalau begitu, tolong bantu kami, Sooyoung-ssi" ucap Kyuhyun seraya meringis kesakitan.

"Ciihh~ perempuan saja, cepat hafal" sindir Seohyun pelan, namun Kyuhyun bisa mendengarnya jelas. Kyuhyun mengacak rambut Seohyun gemas "Bukan saatnya cemburu, nona. Kita dalam bahaya"

"Baiklah kalau begitu, kita mulai serang mereka dari ruang belakang. Kita habiskan semua anak buahnya dulu. Baru bosnya. Kajja" Sooyoung menjadi pemimpin dalam tim. Sedangkan Seokyu ikut dari belakang.

To be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar