Jumat, 13 September 2013

사랑의 길 (Way of Love) 4


 Title : Way of Love

Author : Murniati Imnida

Disclaimer : All cast are belong to SM Entertainment



Cast :

- Seohyun : Pemeran utama yang selalu muncul disetiap part

- Kyuhyun : Namjachingu-nya Seohyun yang gak kalah eksis di FF ini

- Donghae : Pemeran yang tersakiti namun kemudian juga menyakiti

- Yoona : Pemeran yang tidak diinginkan kemunculannya tapi sejujurnya, author membutuhkannya

- Dan pemeran2 lain yang pastinya udah lolos dalam proses casting film *apasih*


23.00 KST

Pusat kota Jeju pada malam hari tiada bedanya dengan Seoul. Terang dipenuhi lampu-lampu kota sampai ke sudut-sudutnya. Tidak sedikit kendaraan melaju di jalan, orang-orang berlalu lalang, bar & restoran pun ada yang buka 24 jam.

Disinilah, di balkon hotel, Seohyun bersandar, menikmati panorama malam itu dari atas. Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri teratur, seiring dengan suara piano yang melantun dari mp3 playernya. Ia menekan headsetnya lebih dalam, karena sekali dua kali terlepas, mungkin longgar.

"Belum tidur?"

Sebuah suara menyentakkannya sedikit. Sedetik kemudian Seohyun tersenyum manis, mendapati Donghae sudah ada disampingnya. Donghae sedang mengitari pusat kota Jeju dengan arah pandangnya.

"Belum" Seohyun melepas headset dan memasukkannya dalam kantung blazzer beserta mp3nya.

"Selamat ya" ujar Donghae, pandangannya belum lepas dari tempat yang sedari tadi ia perhatikan.

"Selamat untuk?" tanya Seohyun pura-pura tidak mengerti. Atas kemenangan yang di game center itu, kan. Memang apalagi?

Donghae terkekeh sedikit, kini pandangannya telah terfokus ke Seohyun "Seo.. sadar tidak? Kalau kita yang jadi partner, kita yang akan lebih unggul. Kita hanya selisih satu poin kan. Ckk, kenapa tadi tid-"

"Oppa" sela Seohyun cepat. Pasalnya, Donghae sudah mau mulai lagi. Takut-takut masa lalu mereka berdua akan terungkit, padahal mereka sudah punya pacar masing-masing. Setidaknya begitu yang menjadi firasat Seohyun.

"Boleh jujur tidak?" tanya Donghae sambil mengeratkan jaketnya, membuat perisai akan angin dingin yang tiba-tiba datang berhembus.

Seohyun diam, tidak mengiyakan, tidak pula menolak. Matanya berpendar menanti kelanjutan.

"Aku pernah bilang kan, sudah ikhlas melepasmu dulu. Tapi sejujurnya, itu aku sedang bohong, kau tau?" tidak ada respon dari Seohyun, Donghae menyambung "Aku kurang baik ya, sampai kau harus meninggalkanku? Seo, kau belum memberi alasan yang kuat" Donghae mendesis kesal, namun penuh kelembutan.

Seohyun refleks menelan ludahnya. Bingung harus melakukan apa. Ia harus cepat-cepat mencegah supaya Donghae tidak bilang..

"Sekarang aku menagih alasanmu"

Bilang yang itu! Tuh kan!

"Apa waktu itu kurang jelas?" tanya Seohyun retoris, sengaja mengulur waktu sambil befikir alasan jitu.

"Say it honestly, Seohyun ah. Aku akan menerima alasan apapun itu, asal masuk akal. Tidak seperti dulu" Donghae memang berucap lembut, namun ada unsur intimidasi yang kuat.

Tidak. Seohyun tidak boleh memberi alasan, alasannya dulu memang sangat bodoh. Hanya tidak ingin menjadi yeoja untuk seseorang yang baik hati, ramah, penolong macam Donghae. Bodoh kan?

"Seohyun ah.." Donghae sedikit tidak sabar, mengikuti instingnya untuk menggenggam tangan Seohyun . Seohyun sendiri mati-matian menutupi rasa gugupnya setelah aliran panas dari telapak tangan Donghae menjalar ke tubuhnya. Bikin Seohyun tidak nyaman. Siapapun itu! Seseorang tolong aku!, pekiknya dalam hati.

"Jangan paksa dia"

Sontak kedua tangan yang saling berkaitan, terlepas begitu saja. Seohyun mengerjap beberapa kali. Tuhan Maha Baik, Doa miliknya terkabulkan.

Selagi sibuk membaca kalimat syukur dalam hatinya, Seohyun menoleh ke Donghae. Dia tidak bergeming.

Kini kedua dari mereka tak bisa goyah sedikit pun. Tatapan tajam dari sosok yang baru datang itu memang buat mereka terpaku.

===============

"Kau mau tambah sushinya?"

"Apa aku bisa mendapatkannya? Tentu!" Yoona bangun dari meja makan dan beringsut mengikuti langkah Donghae. Setelah ada percecokan kecil pastinya. Donghae baru saja ingin mengambil sushi untuk Yoona sendirian, kalau saja Yoona tidak bersikeras untuk ikut. Akhirnya bisa ditebak, Donghae yang mengalah.

Mereka berdua mohon diri sebentar meninggalkan Seokyu yang masih menikmati sarapan mereka di meja makan resto depan hotel.

Seohyun melirik Kyuhyun. Namjanya itu tengah asyik sendiri bersama pancakenya. Kyuhyun tidak sadar atau sengaja ditidak sadari kalau Seohyun terus memandangnya. Dasar tidak pedulian, maki Seohyun dalam hati.

"Kyu.." Seohyun mulai bersuara, amat pelan. Dia tau, Kyuhyun pasti marah. Tapi masa harus terus-terusan?? Lagi pula Seohyun kan sudah minta maaf. Kejadian semalam itu memang tidak sengaja dan diluar dugaannya.

flashback

"Jangan paksa dia"

"Oh hai Kyuhyun-ssi, sudah.."

"Kajja"

Ucapan Donghae terpotong kala Kyuhyun telah menarik lengan Seohyun duluan. Mereka langsung pergi menghindar, padahal Donghae ingin buru-buru menjelaskan, takut terjadi salah paham. Namun, tak berhasil. Kyuhyun telah acuh pada apapun.

Sepanjang lorong menuju kamar Seohyun dan Yoona, Seokyu tidak bicara apa-apa. Kecanggungan mengelilingi mereka berdua. Seohyun berjalan agak kebelakang. Di depan Kyuhyun masih menggenggam tangannya erat.

Ini tidak benar. Harus dibicarakan. Mereka berdua sepasang kekasih bukan?

"Kyu.. eum.. yang tadi itu.."

"Masuklah" ujar Kyuhyun tiba-tiba.

"Hee?" Seohyun kaget, kok suruh masuk? Apa sudah..

Seohyun menoleh ke samping. Kamar 139. Itu pintu kamarnya. Kyuhyun segera pergi, tanpa memastikan Seohyun masuk ke kamarnya.

"Mianhae!"

Tidak sampai 5 meter, sebuah teriakan menghentikan langkah Kyuhyun. Kyuhyun bergeming, tidak menoleh kebelakang sesenti pun.

Bruk!

Hiks hiks.

Seohyun berlutut. Pertahanannya goyah.

"Mianhae! Jeongmal mianhamnida!"

Seohyun bahkan tidak ada rasa malu lagi. Tengah malam, di lorong hotel, ketika penghuni kamar sudah tidur, Seohyun terisak sedih. Kenapa ini? Dia sendiri bingung, kenapa bisa menangis.

Tapi tidak peduli. Dia hanya ingin satu harapan, Kyuhyun berbalik dan memaafkannya. Dia ingin Kyuhyun mengerti kejadian bersama Donghae tadi hanyalah kesalah pahaman.

Namun itu hanya tinggal harapan. Tidak sampai satu menit, Kyuhyun kembali berjalan santai seakan tidak ada terjadi apa-apa. Seohyun bangkit dan menghapus air mata dengan kasar. Dia mendesis pelan.

"Bodoh! Besok juga sudah baik lagi. Buat apa nangis?" omelnya pada diri sendiri.

flashback off

Tapi, sial. Sepertinya permintaan maaf Seohyun terlihat tak ada maknanya.

Tuh liat aja. Sudah berulang kali Seohyun memanggil Kyuhyun, dia tetep aja makan pancakenya. Seohyun cuma di anggap lalat disitu. Mana YoonHae belum balik, mereka kemana sih?

"Aku mau ke toilet"

Ehh?

Seohyun berdehem seraya mengangguk. Kyuhyun minta izin? Apa itu artinya ia sudah tidak di anggap lalat? kekeke. Seohyun terkikik senang.

To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar