Rabu, 24 Juli 2013

Please, Comeback to ELF~

Title : Please, Comeback to ELF

Author : Murniati Imnida


Disclaimer : All cast are belong to SM Entertainment

Cast :

Choi Hyora (main cast as ELF)

Choi Hyunri (Kakak Hyora as Anti SUJU)

Leeteuk (Leader SUJU)

Song Hyejin (Kawan Hyora sekaligus ELF)

Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook (Cast numpang lewat) #ditabokin

Appa Choi (Appa Hyora dan Hyunri)

*****

Urin gyumodo jwego
SCALE do jwego
Mwodeunji jwegoga animyeon andwae
SUPER JUNIOR neun weollae maen jaman ppajin
Ireumhayeo himsen doli SUPERMAN
Yeoljeongdo jwego
Jeongsinryeokdo jwego ..

Braakkkk!!

"Hentikan musik itu!"

"Tidak mau!"

"Kubilang hentikan!!"

"Aku tidak mau!"

"Rupanya kau ingin tau ya bagaimana aku marah!"

"Sebentar saja, aku ingin mendengar rap part Leeteuk oppa .."

"Hentikan sekarang juga, Hyora-ah!"

Dengan berat hati, ku matikan DVD player yang sedang memutar lagu kesayanganku itu. Orang itu, selalu saja menyuruhku untuk menghentikan semuanya, semua yang berhubungan tentang "Super Junior". Dia Choi Hyunri kakak perempuanku.

"Sekali lagi kau memutar lagu idolamu itu, aku tidak akan segan-segan mematahkan semua kaset-kasetmu!" ujarnya sambil berlalu.

*****
Aku menatap ke arah pintu kamarku yang retak akibat perbuatannya tadi. Mendobrak pintu secara paksa setelah mendengar lagu Superman? Hal yang konyol, sebenarnya jika ia bilang secara baik-baik pun aku akan menurut kepadanya. Entah kenapa dia tidak bisa menjadi lebih santai jika membicarakan Super Junior. Dia begitu membenci mereka. Sebagai ELF, tentunya aku sangat sakit sekali. Mungkin kalau ada beberapa antis Super Junior diluar, aku masih bisa terima. Tapi ini? keluargaku sendiri, kakakku sendiri. Kenapa ini bisa seperti ini? rasanya ku ingin menangis.

Aku kembali kepada PR Matematikaku yang sempat tertunda gara-gara kejadian tadi, sampai pada akhirnya ponselku bergetar menunjukkan panggilan masuk. Setelah mengetahui nama pemanggil yang berada dalam layar ponselku, dengan cepat aku menjawabnya.

"Yeobboseyo"

"Yaa, Hyora-ah!"

"Ne Jinnie, ada apa?"

"Mau ke Busan malam ini?"

"Entahlah, PR Matematikaku belum selesai dan aku rencananya mau menonton DVD SS4 Osaka malam ini"

"Kau yakin tidak mau ikut?"

"Eung~ memang ada acara apa?"

"Peresmian MKS Academy, Super Junior menjadi guest star disana! ^^"

Spontan aku menutup buku matematikaku, berdiri dari kursi dan segera beranjak dari meja belajarku. Dengan ponsel yang masih kupasang di telingaku, aku menghampiri lemari pakaianku dan memilah-milih outfits yang akan ku kenakan di acara nanti. Yaa beginilah aku, mengabaikan semua hal yang sedang ku lakukan demi Super Junior. Bahkan hal yang penting sekalipun. Mungkin inilah hal yang membuat kakak perempuanku tidak menyukai Super Junior. Karena sikapku yang berlebihan, Tapi apakah ini berlebihan? Kurasa tidak. Apakah aku gila? Ah~ kurasa iya. Karena sekarang aku yang bertanya dan aku pula yang menjawab pertanyaan itu sendiri. Jinjja -_-"

"Jeongmal yaa?? Jam berapa acaranya?" tanyaku masih sibuk memilih pakaian

"Kau mau ikut? hah sudah kuduga, acara itu jam 7 malam. Tapi sayangnya...... acara ini tidak terbuka untuk fans"

Aku terhenyak setelah mendengar perkataannya tadi, pakaian yang sedang ku pegang pun terjatuh dengan indahnya. Mataku berkaca-kaca. Aku ingin menangis lagi. Aigo~ aku cengeng sekali. Semenjak menjadi ELF, aku mudah sekali menitikkan air mata.

"Mwoya?" Hanya kata itu yang keluar dari dalam mulutku. Bibirku bergetar saat kata itu terucap. Apakah Jinnie mengetahuinya? Entahlah

"Hahaha aku bercanda! Kau ini sensitif sekali, sebentar-sebentar menangis! Sama seperti bias-mu, Leeteuk"

"Yaaa~ kau tidak boleh ..."

"Ssshh, arraseo arraseo, temui aku di stasiun Jung-gu, anyeong ^^"

Jinjja~ Song Hyejin, sahabatku yang satu itu terkadang suka membuat aku kesal, tapi aku menyayanginya, sama seperti aku menyayangi Super Junior. Dia selalu memberikan info-info yang akurat tentang idolaku itu, dia ELF seperjuanganku ^^

*****
Because you naughty, naughty, Hey! Mr. Simple
Because you naughty, naughty ..

KYAAA~ KYAAAAAA~
Suara sorakan ELF terdengar membahana di gedung yang baru diresmikan itu, tak mau kalah aku pun ikut berteriak mengiringi teriakan ELF yang lain. Hyejin hanya menutup telinganya karena kebisingan oleh suaraku. Mianhae Jinnie, aku terlalu ekspressif hihihi.

Aku tiba-tiba teringat kakak perempuanku. Aku kasihan kepadanya. Bagaimana bisa dia tidak menyukai 13 bintang ini? Bagaimana bisa dia tetap bertahan sebagai antis? Yang kerjaannya setiap hari hanya membenci, membenci, dan membenci. Dia tidak tahu menahu sih tentang Super Junior.

Aku kembali konsentrasi pada penampilan oppa-oppa tersayangku itu. Aku tidak perlu mencari sosok biasku itu. Aku sudah hafal betul dimana posisinya. Malaikat kami, Angel without wings kami, leader yang paling special yang pernah ada. Ah~ malam ini dia sempurna sekali. Tampan, berkarisma, dan hal yang paling aku suka, kesenduan di matanya. Aku paling senang menatap bagian matanya itu. Karena ketika aku bertatapan dengannya, aku akan merasa seperti "hanya ada aku dan dia di tempat ini" meskipun di sampingku ada ribuan ELF. Aku merasakan hal itu ketika SS3 Seoul, 2 tahun yang lalu. Tatapan itu, meski hanya berlalu beberapa detik, aku akan mengingatnya.

"TEUKI OPPA!! SARANGHAEEEE!! :'( "

Aku berteriak sekuat tenagaku. Tanpa terasa ada cairan hangat yang keluar dari kedua mataku. Air mata. Ya ini sudah biasa. Air mata yang keluar begitu saja setiap aku ingin memeluk Teuki oppa. Jadi, saat aku menangis, saat itulah aku menginginkan pelukan hangat darinya. Bagaimana ya rasanya mendapat pelukan dari Teuki oppa? Hah~ Membayangkannya pun aku tak sanggup. Karena terlalu indah untuk dibayangkan.

"TEUKI OPPA! YESUNG OPPA! SHINDONG OPPA! SUNGMIN OPPA! DONGHAE OPPA! EUNHYUK OPPA! SIWON OPPA! RYEOWOOK OPPA! KYUHYUN OPPA!"

"Hey sebenarnya biasmu siapa?" tanya Hyejin di sampingku

"Semuanya"

"Aniya, bias itu hanya satu"

"Aku mencintai semuanya"

"Aku pun begitu, tapi yang menjadi favorit untukmu?"

"Semuanya!! Aku mencintai semuanyaaa! ^^"

"Sulit berbicara dengan orang keras kepala sepertimu, Hyora-ah"

Kekeke~ Aku senang sekali meledek sahabatku yang satu itu

Aku kembali memperhatikan performance mereka. Mereka semakin hari semakin tampan, semakin kompak, semakin terlihat kedekatan mereka, semakin professional, dan semakin membuat ELF menumbuhkan rasa cintanya. Aku tersenyum membayangkan perkembangan mereka dari awal debut hingga sekarang. Tapi dalam sekejap aku menghilangkan senyumanku. Ada yang tidak benar. Seharusnya ada 13 orang di panggung ini. Tapi yang menghibur kami hanya 9 orang. Aku sangat merindukan 4 orang lagi.

"Leeteuk oppa, kumohon, bawalah Kangin oppa, Heechul oppa, Hangeng oppa, dan Kibum oppa kembali ke Super Junior" Aku berbisik di tengah keramaian ELF yang berteriak mengiringi akhir dari lagu Mr. Simple

*****
"Kenapa kau melakukan ini?!"

"Karena aku membenci mereka"

"Kau bukan kakakku .."

"Aku juga tidak sudi mempunyai adik seperti dirimu"

"Kau jahat"

"Aku jahat karena aku mengerti yang baik dan yang buruk .."

Aku terhenyak setelah mendengar perkataan yang menyakitkan itu. Dia bodoh. Sungguh bodoh. Dia selalu berpikir bahwa mencintai Super Junior itu adalah sebuah kesalahan dan keburukan. Padahal sesungguhnya mencintai Super Junior itu adalah keajaiban yang akan menghasilkan inspirasi dan kebaikan.

Aku mencengkeram dengan kuat majalah-majalah, kaset dvd, lighstick, dan semua pernak-pernik ELF-ku. Pagi ini aku menemukkan semua barang-barang itu di tempat sampah. Dan aku sudah bisa menebak siapa orang yang tega membuang barang-barang itu seenaknya ketika aku pergi semalam. Dia Choi Hyunri.

Hening. Tak ada satu pun kata-kata yang keluar dari mulut kami. Dia memandang ke arah luar jendela dengan duduk di kursi rodanya. Sementara aku masih mencengkeram barang-barang itu, kondisinya sudah agak rusak. Aku menunduk sambil mati-matian menahan air mataku untuk tidak terjatuh. Tapi apa daya, aku tidak bisa menyembunyikan rasa kesedihan. Ku biarkan air mata itu terjatuh membasahi kedua pipiku.

"Asal kau tahu, sebelum aku menjadi antis, aku sempat menjadi ELF .."

Aku mengangkat kepalaku terkejut. Apa yang barusan dia bilang? Apa aku salah dengar?

"Aku mengenal mereka sewaktu mereka masih 12 orang. Aku sempat mencintai mereka setelah mereka debut .. Bahkan aku yang terlebih dahulu menjadi ELF sebelum kau .."

"Kau bohong!" sahutku

"Aku tidak pernah sejujur ini"

Aku menatap kedua matanya. mencari kebohongan didalamnya. Tapi nihil. Tak ada kebohongan. Biarpun begitu, aku tetap tidak percaya. Dia pandai berpura-pura.

"Ada apa ini? Apakah kau sengaja berbicara seperti itu untuk menjadikanku bukan ELF lagi? Kau salah! Kau tidak akan pernah bisa, Hyunri!!"

"Kau belum dengar ceritaku!!" serunya membuatku terkejut. Aku melihat wajahnya. Ada kemarahan besar di dalamnya. Inilah yang membuat aku takut akan dirinya. Seandainya umma masih hidup, aku akan meminta pertolongan kepadanya.

"Iya, aku mencintai mereka, tapi itu dulu. Kau pikir kenapa aku sekarang duduk di kursi roda? Kau pikir kenapa diumur ini aku tidak memiliki seorang pacar?"

"Kau tidak bisa menjadikan Super Junior menjadi alasanmu"

"ITU KARENA MEREKA! MEREKA YANG MEMBUAT AKU TERUS-TERUSAN MENCINTAI MEREKA, MEMBUATKU TERUS-TERUSAN MENCARI INFO TENTANG MEREKA SEHINGGA AKU TIDAK PUNYA WAKTU BERGAUL DENGAN LELAKI MANAPUN, MEREKA JUGA YANG MEMBUAT AKU DUDUK DI KURSI RODA KARENA KECELAKAAN MOBIL SEBELUM MENONTON KONSER MEREKA ITU, KALAU AKU DARI DULU TIDAK PERNAH MENCINTAI MEREKA DAN TIDAK MELIHAT KONSER MEREKA, AKU YAKIN AKU TIDAK AKAN PERNAH MENDERITA SEPERTI INI"

"Tutup mulutmu Hyunri!! Kau tidak bisa menyalahkan mereka! Apapun yang terjadi padamu hari ini, itu karena kesalahanmu, bukan mereka"

"Iya, kesalahanku karena terlalu mencintai mereka"

"Benar sekali, kau terlalu fanatik terhadap mereka. Ini akibatnya ketika kau mencintai seseorang secara berlebihan. Cintailah mereka secara wajar. Aku yakin mereka lebih memilih fans dengan cinta yang wajar dari pada cinta yang berlebihan."

"Kenapa kau terus membela mereka?! Hah! Kau pikir mereka akan mendengar pembelaanmu!"

"Mereka tidak akan pernah mendengarnya, tapi mereka akan merasakannya!"

"Mereka tidak akan pernah menganggapmu! Kau itu hanya fans berisik yang selalu mengganggu keseharian mereka!! Kau sudah melihatnya bukan? Apa yang sudah mereka lakukan untuk fans? Tidak ada!!! Mereka melakukannya atas dasar uang!!"

"Sebagian idola mungkin akan seperti itu, Tapi tidak untuk Super Junior, Mereka sangat mencintai ELF"

"Benarkah? Kalau begitu coba bawa mereka kemari di hadapanku!! Jika kau berhasil aku akan kembali menjadi ELF!"

"Kau gila"

"Aku bilang juga apa! Kau hanya bisa berbicara! Tanpa bertindak!"

"Kau pikir mereka bisa seenaknya pergi kemana-mana? Mereka sudah terikat jadwal dan aktivitas mereka sudah di atur oleh agensi mereka"

"Kalau begitu jangan harap aku menjadi ELF lagi"

"Hah! Lagi pula mereka juga tidak membutuhkan ELF seperti mu, Super Junior bisa lebih bersinar tanpamu!"

"Dan jangan harap, kau akan nyaman dengan semua ini, jangan harap kau akan bisa bertahan untuk menjadi seorang ELF"

*****
Aku meringkukkan kedua lututku dan memeluknya dengan kedua tanganku. Saat ini aku berada di luar gedung SM Entertainment. Ini pertama kalinya aku berada disini, Aku ingin bertemu Super Junior secara langsung dan meminta mereka untuk sedikit menyisakan waktu mereka untukku demi membuktikan ucapan kakakku tempo hari. Tapi nampaknya agak mustahil. Aku melihat jam di pergelangan tangan kiriku. Sudah jam 11 malam. Apa jadwal mereka belum usai?

Kruuukk~

Tak kusangka perutku bisa berbunyi di saat-saat seperti ini. Jinjja, aku lupa kalau aku hanya makan roti isi tadi pagi dan aku juga melewatkan makan siang begitu saja, pantas aku lapar. Aku juga menggigil kedinginan karena hujan deras yang mengguyur Seoul pada malam itu. Sesekali aku meniup-niupkan kedua lututku yang terluka. Itu karena aku terjatuh disaat mengejar Leeteuk oppa ketika keluar dari gedung SM tadi pagi. Perih sekali, namun ku tahan. Aku melihat ponselku, ada sedikit bagian yang retak di layarnya. Ponselku berbenturan bersamaan dengan saat aku terjatuh tadi. Aigo~ komplit sekali penderitaanku. Tak apa, demi bertemu Super Junior. Meskipun begini, aku masih bisa tersenyum karena aku tidak sendiri, banyak ELF disini bersama denganku.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara mobil masuk ke dalam parkiran. Aku berdiri saat itu juga, dan ..

Deg deg deg ..

Oh tidak! Aku tidak percaya hal ini akan terjadi. Aku bisa melihat mereka secara langsung. Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan ini, aku senang sekali. Terlihat jelas Leeteuk oppa, Ryeowook oppa, Sungmin oppa & Eunhyuk oppa keluar dari dalam mobil. Beberapa ELF yang melihat langsung berteriak saat itu juga. Mereka berjalan bersama body guardnya menuju tempat kami berdiri.

Mereka berjalan sambil tersenyum ke arah ELF dan berlalu begitu saja. Mereka hendak masuk dan meninggalkan ELF yang ada di luar. Oh tidak, aku harus berbicara dengan mereka.

"LEETEUK OPPA! KEMBALILAH" aku berteriak sekuat tenaga

"LEETEUK OPPA!! AKU INGIN BERBICARA DENGANMU!! KEMBALILAH!" aku berteriak berulang-ulang kali sambil berlari mengejarnya, tetapi tidak bisa, tubuhku di halangi polisi.

"Leeteuk oppa .." suaraku mengecil dan air mataku terjatuh. Tiba-tiba ada sesuatu yang menyerang saraf otakku. Aku merasa tidak nyaman. Lututku melemah dan pandanganku kabur. Tak membutuhkan waktu lama hingga pada akhirnya semua jadi gelap.

*****
Aku membuka mataku dengan perlahan. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, agak silau, aku melihat semua benda-benda di ruangan ini berwarna putih. Dan aku bisa merasakan aroma obat di sekelilingku. Ini rumah sakit? Yaa mungkin aku berada di tempat itu.

"Hyora .."

Ada sebuah suara memanggilku dengan lembut. Suara yang jarang aku dengar namun familiar. Aku mengalihkan pandanganku ke samping ranjang. Ternyata benar, suara appa. Appa sudah kembali dari Jepang rupanya.

"Appa .."

Aku tersenyum sekilas, masih terlalu lemah untuk menggerakkan tubuhku ini, dengan susah payah kualihkan pandanganku ke sisi yang lainnya. Aku melihat perempuan itu, Choi Hyunri.

"Kau tadi pingsan di depan gedung SM" Hyunri memberitahuku

"Iya aku tahu .." sahutku perlahan, tanpa melihat wajahnya. Aku begitu canggung dengannya. Tak ada banyak yang bisa ku bicarakan karena kami memiliki perbedaan. Pemikiran kami tentang Super Junior yang membedakannya. Ku lihat appa beranjak dari kursinya.

"Appa mau kemana?" tanyaku

"Ke administrasi, kau disini bersama kakakmu dulu ya" sahut appa sambil berjalan meninggalkan kami. Tak lama tubuhnya menghilang di balik pintu kamar. Hyunri meraih apel di meja dan mengirisnya dengan hati-hati.

"Kalau kau seperti ini lagi, aku tak segan-segan memukulmu" Ucapnya seraya mengiris apel dan memberikannya untukku. Aku menerimanya.

"Kau mengkhawatirkanku?" tanyaku seraya memakan apel yang tadi di kupasnya. Dia menghentikan aktivitasnya, kemudian menatapku tajam.

"Tentu saja! Aku kakakmu, bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkanmu" dia memang keras. Disaat aku sakit pun dia tak bisa menjadi lebih lembut. Tapi aku bisa merasakan kasih sayangnya

"Aku menyayangimu, kak"

Ah~ Kata itu tiba-tiba keluar begitu saja dari dalam mulutku. Itu memalukan menurutku. Aku tidak pernah mengucapkan kata itu sebelumnya.

"Maafkan aku .." balasnya

"Aku melarangmu untuk mencintai Super Junior, hanya karena aku telah di kecewakan oleh mereka. Tapi sesungguhnya tidak. Mereka tidak mengecewakanku, ini bukan salah mereka" dia menghela nafas sebentar sebelum akhirnya melanjutkan ..

"Ini kesalahanku. Aku tidak punya namja karena aku terlalu menutup hatiku, bukan karena aku mencintai Super Junior. Dan kenapa aku menggunakan kursi roda, itu bukan karena kecelakaan sebelum menonton konser mereka, tapi karena aku yang kurang memerhatikan jalan. Aku baru sadar akan itu, maafkan aku, dan satu hal lagi .."

"Aku juga menyayangimu .." dia menatapku dengan tatapan sendu, aku balas tatapannya dengan mata berair. Aku mambangkitkan diriku dan memeluk kearahnya. Dia membalas pelukanku. Pelukan yang hangat yang rasanya hampir sama dengan pelukan umma. Dia melepaskan pelukannya

"Aku punya kejutan untukmu .." ucapnya. Dia mengangkat tangan kanannya ke atas dan menjentikkan jarinya. Aku mengernyitkan dahi. Tiba-tiba lampu padam.

"Aish ige mwoya, eonni?" Gelap sekali. Namun tak lama, kembali terang oleh lampu infocus. Kini aku melihat Appa & Jinnie, sahabatku yang membawa buah-buahan sedang berdiri dengan senyuman mereka di hadapanku. Tiba-tiba aku mendengar bunyi "klik" setelah itu terdengarlah lagu kesayanganku, Super Junior - Our love super show version. Ah~ Hyunri eonni pasti yang menyiapkan ini.

"Satu lagi, kau pasti akan kaget" ujar Hyunri Eonni

"Saranghaeyo Super Junior!! I'll comeback as ELF!" Teriaknya. Benarkah? Benarkah dia telah telah menjadi ELF?

Beberapa saat setelah kakakku berteriak, aku mendengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam kamarku. Aku menoleh, ada 4 orang yang menghampiriku. 4 lelaki dengan topeng di wajahnya. 4 lelaki itu membawakan ku 4 buket bunga. Entah bunga jenis apa itu, tapi aku suka warnanya, Sapphire Blue, aku tersenyum dan menerimanya.

"Gamsahamnida, nuguseyo?" tanyaku

Mereka membuka topengnya dan tersenyum ke arahku. Aku terhenyak, jantungku serasa berhenti berdetak. Keringatku keluar saat itu juga, nafasku menjadi berat saat itu juga. Dan inilah saatnya aku menyadari bahwa dia adalah LEETEUK OPPA!! LEETEUK OPPA DARI SUPER JUNIOR!!
Ya Tuhan, mereka ada di hadapanku sekarang sambil mengulas senyumnya. Dan dibelakangnya, ada Eunhyuk oppa, Sungmin oppa, dan Ryeowook oppa. Omona~ apakah ini surga? A..aku tidak bisa berkata apa-apa, Ya Tuhan tubuhku tidak bisa digerakkan, aku terlalu senang. Aku menitikkan air mataku karena masih tidak percaya akan hal ini. Bagaimana mereka bisa disini? Siapa yang membawa mereka kemari?

"Anyeong, Hyora-ah!" sapa Sungmin oppa sambil menunjukkan senyumnya. Astaga mimpi apa aku, seorang Sungmin dari Super Junior menyapaku dan memanggil namaku

"A..a...anyeong oppa" jawabku. Ini sungguh tidak lucu. Aku jadi gugup.  Bagaimana ini?

"Cepat sembuh, Hyora-ah!" dilanjutkan dengan Ryeowook oppa. Ya Tuhan, ternyata dia seperti Sungmin oppa, punya aegyo yang bisa mematikanku. Aku hanya mengangguk merespon perkataan Wokkie oppa.

"Member lain belum selesai dengan jadwal mereka, jadi hanya kami yang bisa datang" Ujar Eunhyuk oppa

"Ne gwae..gwaen..cha..na, a..aku sudah senang oppa, terima kasih telah meluangkan waktu kalian" aku membungkuk sambil menahan air mataku yang akan keluar

"Ne, Hyora-ah, dan terima kasih telah menjadi ELF untuk kami" sambung Leeteuk oppa. Mulutku terkatup, aku tidak dapat mengeluarkan kata satupun.

Ah~ malaikatku, kau tampan sekali, berkharisma, kata-katanya sungguh bijak. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini, aku ingin menangis. Lagu Our Love masih terputar, dihadapanku ada 4 bintang yang dari dulu aku cintai, Hyunri eonni telah menjadi ELF, appa kembali ke korea, dan Jinnie sahabatku melengkapi kebahagiaan ini.

"Meskipun kami tidak mengenal semua wajah ELF, tapi kami bisa merasakan cinta dari mereka" ucap Leeteuk oppa yang pada akhirnya membuat air mataku mengalir dengan derasnya.

"Kyaa~ jangan menangis!" seru Sungmin oppa ketika melihat aku menangis. Tiba-tiba aku merasakan tubuhku ditarik ke dalam dekapan seseorang. Pada saat itu juga aku mendengar sorak-sorakan dari appa, Hyunri eonni, Jinnie, dan yang lainnya.

Leeteuk oppa memelukku ...

"Dengan seperti ini, kau pasti akan lebih baik" katanya. Aku sesenggukan di dadanya yang bidang itu. Bajunya basah oleh air mataku. Aku bahagia!! Sungguh bahagia. Aku tidak tahu semerah apakah wajahku saat ini. Tolong jangan lepaskan, aku ingin terus seperti ini untuk 2 jam, 3 jam, dan seterusnya

"Sudahlah hyung~ tidak baik jika terlalu lama, apa kau tidak lihat disini ada appa-nya" celetuk Eunhyuk oppa yang kemudian diikuti oleh tertawaan dari semuanya

"Baiklah baiklah .." Leeteuk oppa melepaskan pelukanku. Aku menghapus dengan cepat air mataku & ikut tertawa bersama mereka ..

Hari yang paling membahagiakan dalam hidupku, aku tidak akan melupakan hari ini ..
Dan aku akan terus menjadi ELF sampai 10, 20, 30 tahun kedepan. Sampai Super Junior benar-benar tinggal nama, dan dikenang sebagai legendaris di masa depan.
Aku akan memegang janjiku, oppa!!!

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar